Destinasi Wisata
The Blessing Stone: Primadona Baru Wisata Nabire yang Memadukan Pesona Sunset dan Edukasi Alam
"Pengunjung sangat ramai menjelang tahun baru ini bahkan dua penginapan di atas laut sudah penuh," ujar Mulyadi, Senin (29/12/2025).
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/31-Desember-2025-Destinasiii.jpg)
Ringkasan Berita:
- Taman Wisata Alam "The Blessing Stone" di Nabire menjadi primadona libur Nataru 2026 berkat pesona pantai dan hutan lindungnya.
- Destinasi ini menawarkan edukasi 59 jenis pohon serta keindahan sunset dengan latar Pulau Nusi.
- Pengelola menyediakan fasilitas lengkap seperti penginapan, kafe, dan speedboat.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Taman Wisata Alam Batu Berkat atau The Blessing Stone menjadi magnet utama wisatawan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Destinasi yang terletak di Jalan Poros Samabusa–Legari ini menawarkan sensasi rekreasi unik dengan formasi bebatuan purba yang membentang dari daratan hingga ke bibir pantai.
Hanya dalam waktu dua tahun sejak dibuka pada Desember 2023, objek wisata di Distrik Makimi ini telah bertransformasi menjadi primadona bagi warga Papua Tengah.
Baca juga: Berikut Kumpulan Ucapan Akhir Tahun 2025 dan Harapan Baru 2026: Penuh Makna dan Berkesan
Pengelola tempat wisata, Mulyadi, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan melonjak drastis dibandingkan hari biasa hingga seluruh fasilitas penginapan terisi penuh.
"Pengunjung sangat ramai menjelang tahun baru ini bahkan dua penginapan di atas laut sudah penuh," ujar Mulyadi, Senin (29/12/2025).
Kekuatan utama The Blessing Stone terletak pada konsep pembangunan ekologis yang mempertahankan keaslian hutan lindung tanpa menebang satu pohon pun.
Sebab itu, pengelola membangun jalan panggung kayu yang estetik agar wisatawan dapat berjalan melintasi rimbunnya hutan menuju laut dengan nyaman.
Baca juga: Berikut Kumpulan Ucapan Selamat Natal 2025: Pesan Damai dan Harapan untuk Orang Tercinta
Direktur Pengelola, Andre Septian Awom, menjelaskan kawasan ini memiliki 59 jenis pohon langka yang telah diklasifikasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Papua Tengah.
"Kami menyajikan wisata edukasi melalui keragaman flora dan burung endemik Papua yang sering menampakkan diri di area hutan ini," kata Andre.
Selain kekayaan hayati, pengunjung dapat menikmati panorama pasir putih yang jernih serta momen matahari terbenam dengan latar belakang Pulau Nusi.
Pihak pengelola juga menyediakan fasilitas lengkap mulai dari kafe kuliner lokal, area bilas, hingga layanan speedboat bagi warga yang ingin menyeberang pulau.
Fasilitas penginapan eksklusif dengan pendingin ruangan tersedia dengan tarif mulai dari Rp800.000 hingga Rp1.000.000 per malam bagi keluarga atau wisatawan luar kota.
Baca juga: Fenomena Unik Timika: Suhu Justru Memanas saat Puncak Hujan Desember 2025 Hingga Januari 2026
Angela Tekege, pengunjung setia, mengaku terpikat dengan kejernihan air laut yang dangkal sehingga sangat aman untuk tempat bermain anak-anak.
"Tempat ini sangat lengkap karena kita bisa belajar jenis pohon dan melihat burung endemik sambil bersantai menikmati pisang goreng," ungkap Angela.