Kamis, 16 April 2026

Update Pembakaran Pos Jaga PT Kristalin

Pasca-teror Pembakaran di Distrik Makimi, 26 WNA China dan 200 Pekerja PT Kristalin Dievakuasi

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu, mengaku telah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan untuk pembagian lokasi pengungsian.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Pasca-teror Pembakaran di Distrik Makimi, 26 WNA China dan 200 Pekerja PT Kristalin Dievakuasi
TribunPapuaTengah.com/calvin
PEMBAKARAN - Suasana pos jaga milik PT Kristalin Eka Lestari, di Bendungan Kali Musairo, Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, saat dibakar habis oleh, TPNPB-OMP pada Sabtu, (21/2/2026), Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, semua para pekerja di perusahaan ini telah dievakuasi ke lokasi yang aman. Foto TrubunPapuaTengah.com/Calvin Erari 

Ringkasan Berita:
  • Aparat keamanan mengevakuasi 226 karyawan PT Kristalin Eka Lestari menyusul serangan brutal kelompok TPNPB-OPM di Distrik Makimi, Nabire, Papua Tengah. 
  • Proses evakuasi melibatkan 26 warga negara asing asal China dan 200 pekerja lokal setelah pos jaga perusahaan dibakar hingga menewaskan dua orang. 
  • Kapolres Nabire menyebut operasional tambang dihentikan sementara demi menjaga keselamatan pekerja dan stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - Usai aksi penyerangan brutal kelompok krimimal bersenjata (KKB) yang menghanguskan pos jaga PT Kristalin Ekalestari di Bendungan Kali Musairo, Kampung Biha. Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026) pekan lalu.

Sebanyak 226 pekerja PT Kristalin Ekalestari dievakuasi aparat keamanan dari lokasi operasional.

Upaya penyelamatan ini menjadi prioritas utama pihak kepolisian untuk mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan pasca-tewasnya dua orang dalam kondisi terpanggang api.

Proses evakuasi massal tersebut mencakup 26 Warga Negara Asing (WNA) asal China dan 200 tenaga kerja Warga Negara Indonesia (WNI).

Aparat keamanan menjemput seluruh karyawan dari lokasi tambang dan memusatkan titik pengamanan awal di Mapolsek Makimi.

Baca juga: Teror Pembakaran di Pos Jaga PT Kristalin Ekalestari Nabire Tewaskan 2 Orang, Satgas ODC Buru Pelaku

Pendataan identitas dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh personel perusahaan telah keluar dari zona bahaya dalam keadaan selamat.

Pengawalan bersenjata lengkap menyertai pergerakan para pekerja menuju pusat kota Nabire guna menghindari potensi penghadangan di jalur darat.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu, mengaku telah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan untuk pembagian lokasi pengungsian.

Seluruh pekerja lokal telah dipulangkan ke kediaman masing-masing yang tersebar di wilayah pemukiman Lagari.

Sementara itu, puluhan tenaga kerja asing asal China mendapatkan pengamanan khusus di Kantor PT Kristalin yang berlokasi di kawasan Sriwini, Jalan Suci.

”Setibanya di Polsek Makimi, kami langsung melakukan pendataan baik terhadap WNA maupun WNI," ujar Samuel kepada wartawan di Mapolres Nabire, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Pasca-penyerangan Brutal OTK Hanguskan Pos Jaga dan 2 Korban, Begini Penjelasan PT Kristalin

Samuel juga menyampaikan, manajemen PT Kristalin Ekalestari memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas pertambangan hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi kepolisian guna memberikan ruang bagi aparat melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved