Rabu, 13 Mei 2026

Info Nabire

Resmikan Gedung GKII Eklesia Ugida, Bupati Mesak: Ini Wujud Sinergi Pemerintah dan Agama

Peresmian yang dilakukan Bupati Nabire, Mesak Magai, disaksikan oleh para gembala, pendeta dan jemaat serta para kepala OPD.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Resmikan Gedung GKII Eklesia Ugida, Bupati Mesak: Ini Wujud Sinergi Pemerintah dan Agama
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
PERESMIAN GEREJA - Tampak Bupati Nabire, Mesak Magai saat meresmikan gedung Gereja Eklesia Ugida, di Kampung Ugida, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin, (30/3/2026). Mesak mengatakan, pentingnya kehadiran negara dalam mendukung fasilitas peribadatan bagi masyarakat. Foto Humas Pemkab Nabire 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Nabire, Mesak Magai, meresmikan Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Eklesia Ugida di Distrik Siriwo sebagai wujud nyata komitmen pembangunan kerohanian di wilayah perbatasan. 
  • Pembangunan rumah ibadah ini dibiayai murni melalui APBD Kabupaten Nabire sebagai bentuk alokasi "persepuluh" atau rasa syukur negara atas berkat pembangunan bagi rakyat. 

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - 

Pemkab Nabire menunjukkan komitmennya dalam pembangunan kerohanian di wilayah perbatasan.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan peresmian gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Eklesia Ugida, di Kampung Ugida, Distrik Siriwo, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Peresmian yang dilakukan Bupati Nabire, Mesak Magai, disaksikan oleh para gembala, pendeta dan jemaat serta para kepala OPD.

Mesak mengatakan, pentingnya kehadiran negara dalam mendukung fasilitas peribadatan bagi masyarakat.

Baca juga: Pekan Suci Paskah: Misa Minggu Palma di Gereja Katedral Tiga Raja Timika Dipadati Umat

​Apalagi wilayah Mapia memiliki keunikan administratif, di mana jemaatnya tersebar di dua wilayah hukum, yakni Kabupaten Nabire dan Dogiyai.

Hal ini yang menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk mengulurkan bantuan dalam pembangunan Gereja Eklesia.

""Bantuan pembangunan gereja ini bukanlah bersumber dari dana pribadi, melainkan murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nabire," ujar Mesak.

Mesak menegaskan mandat yang diberikan rakyat kepadanya sebagai pemimpin adalah amanah untuk mengelola keuangan daerah demi kemaslahatan umat.

Baca juga: SATP Juara II Lomba Tarian Modern Papua di Kuala Kencana

​Menurut dia, rakyat Nabire telah memilihnya untuk menjadi pemimpin, dan negara memberikan kuasa kepadanya untuk mengatur anggaran.

"Untuk itu sebagian dari APBD, kami alokasikan sebagai persepuluh kepada Tuhan," kata Mesak.

"Alokasi ini juga sebagai bentuk persembahan dan rasa syukur kepada seluruh warga Nabire atas berkat pembangunan yang diterima selama ini," imbuhnya.

Selain itu, Mesak juga berpesan soal nama Eklesia yang disematkan pada gereja tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved