Rabu, 20 Mei 2026

Kasus Bullying di Nabire

Kasus Bullying di SD Negeri Inpres Karang Mulia Nabire, Orangtua Murid Minta Pihak Sekolah Tegas

"Kancing baju lepas, terus mereka banting saya sampai baju saya kotor juga," tambah Filep.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Kasus Bullying di SD Negeri Inpres Karang Mulia Nabire, Orangtua Murid Minta Pihak Sekolah Tegas
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
SD Negeri Inpres Karang Mulia yang beralamat di Jalan Ujung Pandang, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (19/5/2026). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

TRIBUNPAUATENGAH.COM, NABIRE- Filep Karma Gadaby Dogopia, anak SD kelas V B di Sekolah Dasar (SD) Negeri Inpres Karang Mulia beralamat di Jalan Ujung Pandang, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah mengaku dirinya seringkali mendapatkan tindakan bullying di sekolahnya.

Tindakan Bullying (Buli) tersebut berasal dari sekelompok teman kelasnya dan kakak Kelas VI.

Hal ini disampaikan Filep Karma Gadaby Dogopia kerap disapa Filep Dogopia didampingi orang tuanya kepada media ini usai pulang sekolah sembari menunjukkan kondisi fisik, Selasa (19/5/2026) siang pukul 13.00 WIT kepada TribunPapuaTengah.com.

Baca juga: OPM Kembali Melakukan Pembunuhan Pekerja Tambang Emas di Yahukimo, Ini Identitas Korbannya 

"Bagian kaki kiri dan kanan bengkak lengan kanan bagian bahu bengkak dan bagian pipi terlihat ada bekas pukulan," ungkap anak korban Bullying, Filep Dogopia.

Selian itu, kondisi seragam juga terlihat berantakan.

"Kancing baju lepas, terus mereka banting saya sampai baju saya kotor juga," tambah Filep.

Filep mengatakan, hal serupa sering kali dialaminya dan dua hari terakhir ini berturut-turut.

"Biasa mereka bikin saya seperti itu terus kemarin dan tadi juga," kata Filep.

Mendengar hal itu, Ibu Orang Tua Filep, Pode Dogopia meminta pihak sekolah segera ambil tidakan tegas terhadap pelaku bullying.

Pasalnya, jika tidak ada ketegasan dari pihak sekolah maka hal serupa akan terus-menerus terjadi bukan saja ke anaknya tapi juga, bisa saja menyasar ke anak lainya.

"Saya hanya minta harus ada Tindakan tegas ke pelaku buli ini. Harus diberi sanksi agar anak-anak itu tidak mengulanginya," pungkas Tekege.

Baca juga: Capai 100 Persen, IPMAPAN Kota Studi Sorong Siap Gelar HUT ke-1

Lebih lanjut, Tekege mengatakan apa yang dialami anaknya bukan hanya korban fisik. tetapi akan berpengaruh pada mental di sekolah terlebih di dalam kelas akan merasa minder Ketika melihat sekelompok anak-anak yang sudah membuli anaknya itu.

"Sekali lagi, harus tegas pihak sekolah. Karena ini berpengaruh pada mental anak saya juga Ketika belajar di dalam ruang kelas," lanjut Tekege.

Hingga berita ini terbit, wartawan masih menunggu konformasi pihak sekolah terkait dugaan bullying ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved