Semarak Piala Dunia 2026 di Nabire
Para Fans Masing-masing Negara Satukan Euforia Dalam Pembukaan Piala Dunia 2026 di Pantai Nabire
"Tujuan dari nonton bareng ini adalah kami seluruh pecinta negara fans kami di Nabire, Papua Tengah, sama-sama mendukung dan mensukseskan
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/euforia-bola-dunia-di-nabire.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia
TRIBUNPAUATENGAH.COM, NABIRE- Masyarakat Nabire, Papua Tengah menyaksikan acara pembukaan Piala Dunia 2026 secara resmi penuh meriah di Estadio Azteca, Mexico City, Meksiko, melalui Nonton Bareng (Nobar) di Bibir Pantai Nabire, Jumat (12/6/2026) dini hari pukul 03.00 WIT.
Pantauan TribunPapuaTengah.com, Mobil Videotron milik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada, Kamis (11/6/2026) malam telah parkir di Bibir Pantai Nabire tepatnya di bekas Taman Wokimanor, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Morgo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, hingga laga pembukaan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan usai.
Baca juga: Wagub Jatim Buka Turnamen Tribun Putih Abu-Abu Futsal Series I, Pemain Terbaik Dikirim ke Spanyol
Tepat di tempat nobar tersebut merupakan tempat titik kumpul fans Belanda, mobil videotron parkir dan para pendukung dari masing-masing negara berdatangan menyaksikan pembukaan Piala Dunia 2026.
Hal ini dianggap unik oleh pendukung Portugal, Daba Wonda.
Pasalnya, para fans masing-masing negara telah sadar dan menjadikan momen ini merupakan euforia semata. Sehingga, tidak ada hal apa pun yang mempengaruhi satu sama lainnya untuk melakukan hal-hal negatif.
"Pendukung masing-masing negara di nabire, tingkat kesadarannya sudah baik. Mereka paham bahwa momen Piala Dunia 2026 hanya sebatas euforia dan tidak lebih yang berujung ke hal-hal tidak terpuji," ujar Daba Wonda.
Uniknya lagi, pada kesempatan itu, Ketua Fans Brasil Nabire, Papua Tengah, Jek Kobogau memandu acara nobar pembukaan Piala Dunia 2026 di titik kumpul Fans Belanda.
Jek Kobogau yang juga sebagai Kepala Bidang Olahraga di Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, mengatakan, acara nobar pembukaan ini awalnya direncanakan di Bandara Lama Nabire. Tetapi, karena Gubernur Papua Tengah sedang di luar Nabire jalankan tugas negara maka dilakukan di Pantai Nabire.
"Nobar ini disponsori langsung oleh Pemda Kabupaten Nabire. Sebenarnya, kami mau lakukan di Bandara Lama di depan Kantor Gubernur Papua Tengah. Namun, Bapak Gubernur sedang jalankan tugas di luar Nabire. Oleh sebab itu, langsung diambil alih oleh Bapak Bupati Nabire dan Puncak Jaya untuk kami laksanakan nobar di Pantai Nabire," kata Jek.
Baca juga: Tutup Ruang Bagi Provokator, Tokoh Agama Lanny Jaya Gerakkan Warga Lawan Kelompok Pengacau
Jek menjelaskan tujuan nobar ini untuk menyatukan fans masing-masing negara, bersatu merayakan euforia pada satu layar videotron.
"Tujuan dari nonton bareng ini adalah kami seluruh pecinta negara fans kami di Nabire, Papua Tengah, sama-sama mendukung dan mensukseskan Piala Dunia 2026 dari Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kami dari berbagai fans negara yang ada, sama-sama mengikuti pembukaan Piala Dunia sebagai wujud euforia kita Bersama," jelas Jek.
Melihat para penonton di tempat nobar kebanyakan tidak memakai jersey tim kebanggaan masing-masing, Jek berpesan ke depan harus memakai jersey masing-masing.
Baca juga: Cekcok Mulut Berujung Penganiayaan Menggunakan Sajam, Korban Dilarikan ke RSUD Mimika
Pasalnya, telah ada Koordinator Fans masing-masing negara di Nabire, untuk itu agar mudah saling berkomunikasih, menyapa satu sama lainnya maka diharuskan memakai jersey pendukung negara.
"Lihat yang hadir semua ini tidak memakai jersey masing-masing pendukung negara, atau atribut negara yang didukungnya. Nah ini tidak boleh, ke depan harus ada yang diapakai keterwakilan dari fans negaranya," pesan Jek.
Diharapkan agar selama perhelatan Piala Dunia 2026 saat nobar selalu menjaga keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Nabire, Papua Tengah. (*)