Jumat, 24 April 2026

PT Freeport Indonesia

HUT ke-59 Freeport: Refleksi dan Komitmen Bangkit Operasi Aman dan Berkelanjutan

“Kami mengenang mereka dengan penuh rasa duka dan hormat. Kehilangan anggota keluarga adalah hal

Tayang:
zoom-inlihat foto HUT ke-59 Freeport: Refleksi dan Komitmen Bangkit Operasi Aman dan Berkelanjutan
TribunPapuaTengah.com/PT Freeport Indonesia
HUT PTFI- Peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada korban penembakan oleh orang tak dikenal yang terjadi pada 11 Maret 2026 di area tambang terbuka Grasberg. 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TEMBAGAPURA- PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati hari ulang tahun ke-59 dengan penuh refleksi dan penghormatan, mengenang sembilan karyawan gugur dalam insiden yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Dalam rangkaian kegiatan peringatan, jajaran manajemen PTFI melakukan penghormatan kepada tujuh karyawan meninggal dunia akibat insiden luncuran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025.

Penghormatan juga diberikan kepada dua karyawan meninggal dunia akibat dua insiden penembakan pada bulan Februari dan Maret 2026.

Baca juga: Peran Mama Papua dalam Ekonomi Pasar Tradisional dan Tantangan Kebersihan Lingkungan Pasar Youtefa

“Kami mengenang mereka dengan penuh rasa duka dan hormat. Kehilangan anggota keluarga adalah hal yang sangat menyedihkan bagi kami semua.

"Kami berharap ke depan tidak terjadi lagi insiden serupa, baik longsoran maupun penembakan, serta kejadian lainnya yang dapat membahayakan keselamatan,” kata Presiden Direktur, PTFI Tony Wenas.

Dalam kesempatan tersebut, Tony juga melakukan peninjauan ke area tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ), serta meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Ia juga memberikan semangat kepada seluruh karyawan agar tetap menjalankan operasional dengan mengedepankan keselamatan, serta memastikan pengamanan ekstra dari aparat keamanan mengingat status PTFI sebagai objek vital nasional.

“Memasuki usia ke-59, PTFI mencatat perjalanan panjang sebagai salah satu perusahaan dengan masa operasi terlama di Indonesia. 59 tahun bukan waktu yang singkat. Hanya sedikit perusahaan, khususnya investasi asing, yang dapat bertahan selama ini di Indonesia,” kata Tony.

Sepanjang tahun 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya.

Baca juga: Bahan Baku Langka Picu Kenaikan Harga Plastik di Timika, Pedagang Sesuaikan Harga Jual

PTFI juga terus berkomitmen memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.

Pada 2025, lanjut Tony, nilai investasi sosial PTFI mencapai hampir Rp2 triliun dan akan terus
bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga selesainya operasi
penambangan.

Komitmen ini berjalan seiring dengan kontribusi perusahaan dalam menciptakan lapangan kerja, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 30 ribu karyawan, di mana sekitar 40 persen merupakan orang asli Papua.

Baca juga: Permudah Akses Masyarakat, TNI Bangun Jembatan Perintis Garuda di Kampung Waroki Nabire

“Ke depan, kami optimistis kontribusi ini dapat terus meningkat, seiring dengan harga komoditas
mineral yang masih relatif tinggi. Selain itu, juga secara konsisten menjalankan standar keselamatan dan operasional yang ketat sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” kata Tony.

Untuk diketahui, saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan setelah insiden, dengan
tingkat produksi baru mencapai sekitar 40–50 persen.

Perusahaan menargetkan dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun ini, dan mencapai kapasitas penuh pada awal kuartal tahun depan.

Baca juga: Piala Asia 2027, Trio Papua Football Academy Batch Dua Bergabung ke Timnas U-17

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved