Telkomsel
Telkomsel Cetak Laba Rp19,7 Triliun, Dorong Omzet UMKM Naik 32 Persen
Pertumbuhan laba bersih perusahaan tercatat meningkat sebesar 14,7 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/21-Mei-2026-Pelanggan-Telkomsellll.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sepanjang 2025, Telkomsel meraih laba bersih Rp19,7 triliun dari total pendapatan Rp109,3 triliun.
- Capaian ini didorong oleh pertumbuhan laba kuartalan sebesar 14,7 perseb berkat strategi penyesuaian harga dan simplifikasi produk.
- Dengan 156,1 juta pelanggan dan 293 ribu BTS, ekosistem digital Telkomsel juga membuka 685 ribu lapangan kerja serta mendongkrak omzet pelaku UMKM rata-rata hingga 32 persen.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) membukukan laba bersih sebesar Rp19,7 triliun dengan total pendapatan mencapai Rp109,3 triliun sepanjang tahun 2025.
Capaian ini didorong oleh strategi penyesuaian harga dan penyederhanaan produk yang memicu pemulihan performa perusahaan pada paruh kedua tahun lalu.
Pertumbuhan laba bersih perusahaan tercatat meningkat sebesar 14,7 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ).
Selain itu, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga tumbuh sebesar 5,4 persen QoQ.
Baca juga: Pertahankan Ekosistem Wilayah Pesisir, Pemprov Papua Tengah Bentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat.
"Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," ujar Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2026).
Nugroho mengatakan layanan Telkomsel digital kini mendominasi kontribusi pendapatan bisnis seluler perusahaan dengan porsi mencapai lebih dari 95 persen.
Relevansi layanan ini diperkuat oleh pertumbuhan lalu lintas (traffic) data yang melonjak hingga 15 persen secara tahunan (year-on-year).
Baca juga: Bupati Mimika: Kami Akan Sektor Olahraga dari Distrik Sampai ke Kampung
Hingga akhir tahun 2025, sambung Nugroho, jumlah pelanggan Telkomsel tercatat sebanyak 156,1 juta pengguna.
Strategi fokus pada kualitas layanan berhasil meningkatkan nilai rata-rata pendapatan per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) menjadi Rp45 ribu.
Pada sektor konvergensi layanan, penetrasi produk tetap tumbuh positif dengan total pelanggan fixed broadband kini melampaui angka 10 juta pengguna.
Ekspansi infrastruktur digital juga terus berjalan melalui pengoperasian lebih dari 293 ribu Base Transceiver Station (BTS) di seluruh Indonesia.
"Ini termasuk penyediaan BTS Universal Service Obligation (USO) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," imbuhnya.
Baca juga: Penggunaan Dana Otsus Papteng Harus Transparan, Henes: Orang Papua Butuh Kejujuran!
Infrastruktur tersebut turut memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.