Jumat, 8 Mei 2026

Info Papua Pegunungan

Redam Gejolak Pasca Penangkapan DPO KKB, Tokoh Adat Pegunungan Bintang Minta Warga Tetap Tenang

Ketua Harian Dewan Adat Aplim Apom Sibilki, Antonius Uropmabin, meminta warga tidak terhasut oleh isu provokatif yang beredar di media sosial.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Redam Gejolak Pasca Penangkapan DPO KKB, Tokoh Adat Pegunungan Bintang Minta Warga Tetap Tenang
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
SIKAP TENANG - Tokoh Adat Pegunungan Bintang, Antonius Uropmabin, meminta warga tetap tenang pasca penangkapan DPO KKB Enos Kakyarmabin. Foto Istimewa 
Ringkasan Berita:
  • Tokoh Adat Pegunungan Bintang, Antonius Uropmabin, meminta warga tetap tenang pasca penangkapan DPO KKB Enos Kakyarmabin
  • Ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi isu hoaks dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. 
  • Dewan Adat Aplim Apom berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian wilayah demi mencegah konflik menjelang momentum 1 Mei 2026 di Bumi Aplim Apom.

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, OKSIBIL – Stabilitas keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, menjadi prioritas utama para tokoh adat pasca penangkapan buronan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Enos Kakyarmabin.

Ketua Harian Dewan Adat Aplim Apom Sibilki, Antonius Uropmabin, meminta warga tidak terhasut oleh isu provokatif yang beredar di media sosial.

Baca juga: Bupati Puncak Pastikan Kondisi Masyarakat Distrik Kembru Akibat Konflik Sosial, Bantuan Disalurkan

Ia menegaskan bahwa kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman," ujar Antonius melalui keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Buka Akses Konektivitas Wilayah Timur, Batik Air Resmi Beroperasi di Bandara Douw Aturure Nabire

Antonius meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya prosedur hukum Enos Kakyarmabin kepada aparat keamanan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah konflik horizontal yang dapat merugikan warga sipil di Bumi Aplim Apom.

“Dalam situasi seperti ini, kita harus percaya dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat keamanan," tegas Antonius.

Baca juga: Bulog Mimika Salurkan Puluhan Ribu Bantuan Pangan, Sasar 27.209 Warga di 18 Distrik

Dewan Adat saat ini gencar mengedukasi kepada tujuh sub-suku agar tidak terjebak dalam agenda kelompok tertentu, terutama menjelang momentum 1 Mei.

Antonius juga berkomitmen menggerakkan seluruh struktur adat untuk memantau pergerakan informasi hoaks di tingkat distrik hingga kampung.

"Kami berharap upaya preventif ini ini bisa meredam ketegangan pasca penegakan hukum terhadap anggota KKB Enos Kakyarmabin," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved