Senin, 18 Mei 2026

Info Supiori

Bentuk Desa Tangguh Bencana, BNPB Supiori Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana  

Program ini bertujuan menyiapkan warga agar lebih mandiri dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Bentuk Desa Tangguh Bencana, BNPB Supiori Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana   
Tribun-Papua.com.
SIAGA BENCANA- Kepala BNPB Supiori, Lukas Mansawan, saat ditemui media di Biak, Selasa (2/9/2025) terkait kesiapsiagaan bencana di wilayah Kabupaten Supiori. Foto: Tribun-Papua.com 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, SUPIORI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Supiori, Papua, terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Program ini bertujuan menyiapkan warga agar lebih mandiri dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Lima desa telah dibentuk sebagai percontohan sejak tahun 2021 hingga 2024.

"Jadi ada lima desa yang telah menjadi percontohan adalah Kampung Urmbori di Supiori Barat, Kampung Yamnaisu di Pulau Rani, serta Kampung Paryem, Kampung Syurdori, dan Kampung Waryesi yang semuanya berada di Supiori Timur," kata Kepala BPBD Supiori, Lukas Mansawan, Selasa (2/89/2025).

Baca juga: Besok Pemprov Papua Tengah Gelar Festival Budaya Pelajar 2025, Total Hadiah Rp150 Juta

Lukas menjelaskan, program ini hasil kerja sama dengan Basarnas dan BMKG Biak.

"Target ke depan adalah semua desa di Supiori memiliki kesiapsiagaan serupa," terangnya.

Menurut Lukas, Destana merupakan langkah strategis untuk mitigasi bencana.

Program ini mengajak masyarakat memahami potensi risiko bencana di wilayahnya dan menyiapkan langkah-langkah pengurangan dampaknya.

"Nah, ketika bencana terjadi warga sudah mengetahui jalur evakuasi, titik kumpul, dan cara meminimalkan korban atau kerugian," ungkap Lukas.

Selain Destana, BPBD Supiori juga tengah mendorong pembentukan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

Baca juga: Sukses Kibarkan Bendera Merah Putih di 17 Agustus, Paskibra Papua Tengah Dapat Laptop Gratis

Program ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

"Program Kencana akan memperluas sistem penanggulangan bencana hingga ke tingkat distrik, tidak hanya terfokus pada desa," papar Lukas.

Lukas menegaskan bahwa pelayanan penanggulangan bencana harus merata di seluruh 38 kampung di Supiori.

Prinsip pemerataan ini diterapkan agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam hal kesiapsiagaan.

"Kami berharap dengan program-program ini masyarakat Supiori menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana," tandas Lukas. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved