Info Papua
Harapan LMA: Perempuan Papua Harus Jadi Penggerak Pembangunan Lewat Program Pemerintah
Pendekatan antropologis ini sangat relevan karena selama ini perempuan telah menjadi penggerak utama dalam kehidupan rumah tangga dan komunal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/14-September-2025-LMA-Port.jpg)
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA- Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai subjek pembangunan di Papua.
LMA meyakini bahwa program-program Presiden RI, Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), dapat memberdayakan perempuan adat dan mengangkat harkat masyarakat di kampung-kampung.
Sekretaris LMA Port Numbay, Eddy Ohoiwutun, mengatakan bahwa program-program tersebut memiliki makna politis yang kuat, yaitu untuk menyelamatkan masyarakat Papua.
Baca juga: Sejarah Pendidikan di Paniai: 152 Guru Lulus Uji Kompetensi PPG, Wujudkan Visi Bupati Yampit
Menurutnya, pendekatan antropologis ini sangat relevan karena selama ini perempuan telah menjadi penggerak utama dalam kehidupan rumah tangga dan komunal.
"Melalui program ini, perempuan adat diharapkan menjadi pembuat sejarah baru dan generasi yang berkualitas," kata Eddy disela-sela sosialisasi program pemerintah di Para-Para Adat di Tanah Hitam, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (13/9/2025).
Eddy juga menekankan perlunya peningkatan daya beli di tingkat kampung, yang secara langsung berkaitan dengan isu kemiskinan ekstrem.
Ia berpendapat bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan, yang salah satunya bisa dilakukan melalui program MBG, akan membuat mereka lebih sejahtera dan mandiri secara finansial.
Baca juga: Dukung Tim Evakuasi Korban Longsor Tambang Freeport, YPMAK Berharap 7 Karyawan Selamat
Di aspek lainnya, motivator asal Papua, Jose Alvian Ohei, menyambut baik sosialisasi program pemerintah.
Kaka Jose, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa forum seperti ini penting untuk meluruskan berbagai isu negatif dan penolakan yang muncul di masyarakat.
"Program-program seperti ini adalah wujud kehadiran negara untuk mencerdaskan dan menyejahterakan masyarakat," ungkapnya.
Baca juga: PPP Papua Tengah Gelar Rakerwil, Targetkan Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Kaka Jose berpesan agar masyarakat memanfaatkan kesempatan dan afirmasi yang diberikan pemerintah pusat, seperti Otonomi Khusus (Otsus), untuk kemajuan daerah.
Ia pun mengajak semua pihak untuk fokus pada masa depan dan tidak terjebak dalam kritik terhadap masa lalu.
"Saya menyarankan agar sosialisasi program ini terus dilakukan melalui forum adat untuk menjangkau masyarakat lebih luas," saran Kaka Jose. (*)
| Polda Papua Tengah Gerak Cepat Pulihkan Kemtibmas di Dogiyai, Ini Kata Brigjen Pol. Jermias Rontini |
|
|---|
| Abaikan Hasutan Ideologi, Frangki Kuntuy Ajak Warga Keerom Jaga Kedamaian Perbatasan RI–PNG |
|
|---|
| Manfaatkan Otsus, Pemprov Papua Tengah Akan Sosialisasi Terpadu Anak Papua Masuk Sekolah Kedinasan |
|
|---|
| HIPMI Siap Gandeng Kopdes Merah Putih Bangkitkan UMKM Lokal di Papua Tengah |
|
|---|
| SK Pegawai Negeri Sipil K2 Provinsi Papua Tengah Akhirnya Diserahkan |
|
|---|