Info Sarmi
Pertalite Dijual Eceran Rp15 Ribu per Liter, Warga Sarmi Merasa Tercekik
Sebelum lonjakan ini terjadi, para pengecer di sejumlah titik Kabupaten Sarmi memasarkan Pertalite pada kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per liter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/18-Juni-2026-pertalute-cekik.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga Pertalite eceran di Kabupaten Sarmi, Papua melonjak sepihak hingga Rp15.000 per liter dari harga awal Rp12.000.
- Kenaikan tanpa kebijakan resmi pemerintah ini dipicu oleh tingginya biaya distribusi pedagang.
- Warga yang terbebani mengeluhkan kondisi ini dan mendesak Pemkab Sarmi segera mengawasi rantai pasokan guna mencegah spekulasi harga serta menstabilkan distribusi BBM di lapangan.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, SARMI - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer Kabupaten Sarmi, Papua, melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp15.000 per liter pada Rabu (17/6/2026).
Kenaikan sepihak ini memicu keluhan berat dari masyarakat karena terjadi di tengah tidak adanya kebijakan resmi pemerintah terkait perubahan tarif BBM bersubsidi.
Sebelum lonjakan ini terjadi, para pengecer di sejumlah titik Kabupaten Sarmi memasarkan Pertalite pada kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per liter.
Kenaikan harga yang mencapai Rp3.000 per liter tersebut langsung berdampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga warga.
Konsumen yang sebagian besar mengandalkan sepeda motor untuk aktivitas harian kini harus merogoh kocek lebih dalam.
Salah satu warga Sarmi secara terbuka menyatakan keterkejutannya atas perubahan harga yang mendadak tersebut.
Warga yang enggan namanya disebut itu menegaskan bahwa sejauh ini masyarakat belum menerima sosialisasi apa pun mengenai penyesuaian harga energi dari pihak berwenang.
"Warga tentu merasa keberatan karena harga yang dijual pengecer sudah mencapai Rp15.000 per liter. Padahal kami belum mendengar adanya kebijakan kenaikan harga Pertalite," sebutnya.
Di sisi lain, para pedagang eceran berdalih bahwa penyesuaian tarif terpaksa dilakukan demi menutupi modal.
Mereka mengaku harus mengeluarkan biaya pengadaan dan jalur distribusi yang lebih tinggi untuk mendapatkan pasokan BBM tersebut.
Kondisi lapangan ini memicu kekhawatiran warga mengenai potensi terjadinya kelangkaan pasokan di wilayah mereka.
Masyarakat menilai keterbatasan stok di agen resmi sering kali menjadi pemicu utama spekulasi harga di tingkat pengecer.
Merespons situasi yang kian memberatkan ini, warga mendesak Pemkab Sarmi bersama instansi terkait segera turun ke lapangan.
Pengawasan ketat terhadap rantai distribusi sangat dibutuhkan demi mencegah praktik ambil untung sepihak yang merugikan konsumen.
Hingga saat ini, belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab melambungnya harga Pertalite eceran di Sarmi oleh pihak terkait.
Warga kini sangat mengharapkan adanya intervensi cepat pemerintah untuk menstabilkan harga dan menjamin kelancaran pasokan energi di Kabupaten Sarmi. (*)
| Cetak Generasi Sadar Bumi, SMP YPK Ebenhaizer Sarmi Raih Adiwiyata |
|
|---|
| Pemkab Sarmi Luncurkan CFD di Kawasan Mararena, Ruang Baru Olahraga dan Motor Penggerak Ekonomi |
|
|---|
| Jamin Hak Ulayat Aman: Ondoafi Korneles Matadoar Restui Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Sarmi |
|
|---|
| DPD RI Dorong Potensi Kelapa, Perikanan, dan Wisata Lokal di Kabupaten Sarmi |
|
|---|
| Sarmi Perluas Akses Internet, Lima Kampung Kini Terpasang Starlink |
|
|---|