Senin, 13 April 2026

OPM Bantai Pekerja Tambang di Yahukimo

Teror OPM di Yahukimo: Beberapa Pekerja Tambang Tewas, Puluhan Lainnya Selamat dan Hilang

Identifikasi baru berhasil dilakukan terhadap satu jenazah lantaran OPM masih menjaga ketat lokasi kejadian.

Tayang:
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Teror OPM di Yahukimo: Beberapa Pekerja Tambang Tewas, Puluhan Lainnya Selamat dan Hilang
Istimewa
PEMBUNUHAN- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) wilayah Yahukimo saat memberikan keterangan soal pembunuhan 11 warga sipil, Rabu (9/4/2025). Foto: istimewa 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, YAHUKIMO- Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama dilaporkan menyerang pekerja tambang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (6/4/2025).

Informasi yang dihimpun Tribun-PapuaTengah.com menyebutkan, penyerangan tersebut mengakibatkan tewasnya seorang pendulang emas bernama Saharuddin yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Komandan Koramil Koroway Bulanop Kodim 1704 memperoleh informasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat serangan OPM kemungkinan lebih dari satu orang.

Identifikasi baru berhasil dilakukan terhadap satu jenazah lantaran OPM masih menjaga ketat lokasi kejadian.

Baca juga: TPNPB-OPM Klaim Bantai 11 Warga di Yahukimo Terkait Tuduhan Intelijen

Diduga kuat, pelaku penyerangan berasal dari Kelompok Kodap XVI Yahukimo yang terdiri dari Batalyon Yamue dan Batalion WSM, serta mendapatkan bantuan dari Kodap III Ndugama Derakma.

Sebagian besar penambang yang selamat saat kejadian masih berada di hutan, bersembunyi dan mencari jalur untuk melarikan diri.

Sementara itu, sejumlah penambang lainnya telah berhasil menyelamatkan diri melalui jalur sungai menuju Distrik Koroway Bulanop, Kampung Mabul, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

Diperkirakan sekitar 30 penambang masih berada di hutan dan rencananya akan dijemput menggunakan perahu.

Informasi yang diperoleh menyebutkan nama-nama pekerja tambang yang meninggal dunia, antara lain: Sahrudin (luka bacok di kepala), Wawan (22) (terkena panah), Gorontalo (terkena panah), Feri Muarakun (terkena tembakan), Stanly (tertangkap), Sanger (tertangkap), dan Aidil (dibacok leher belakang).

Baca juga: Tragis! Mantan Kapolsek Mulia Tewas Ditembak OPM, Jenazah Tiba di Timika

Adapun 35 korban selamat yang berada di Distrik Koroway Bulanop, Kampung Mabul, Kabupaten Mappi, adalah: Jaktam, Elo, Junus, Alma, Iqbal, Erdin, Feni, Meylani, Helma, Jefer, Imanuel, Albert, Aldo, Samuel, Andi K, Agus S, Muktar, Nenak, Rasi, Celu, Mas Botak, Irwan, Syemal, Fadil, Aca, Robert, Johan, Bram, Syawang, Markus, Melki, Maikel, Ele, Rio, dan Jon.

Selain itu, terdapat sembilan pekerja tambang yang terpisah dari rombongan dan belum diketahui keberadaannya hingga saat ini, yaitu: Bungsu Hari, Sahrudin (kemungkinan berbeda dengan korban meninggal), Anwar Tejo, Mustafa, Mursaleh, Sahmady, Agung, Iyan, dan Ansar.

Kepala dusun bernama Dani dan istrinya, Geby, kemungkinan selamat berdasarkan keterangan dari penambang yang berhasil turun.

Senjata yang digunakan kelompok OPM dalam serangan tersebut antara lain parang, panah, dan dua pucuk senjata laras panjang.

Baca juga: Berikut Kesaksian Pilu Istri Eks Kapolsek Mulia Sebelum Penembakan Tragis di Puncak Jaya

Diperkirakan, kelompok OPM yang melakukan pengejaran berjumlah sekitar 25 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved