Freeport Komitmen Berantas Malaria, Kampanye Kesehatan Terus Dilakukan
PTFI terus berkomitmen meningkatkan pemberantasan malaria di Kabupaten Mimika baik untuk karyawan, lingkungan kerja, dan masyarakat.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Astini Mega Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/Kampanye-bebas-malaria-yang-dilakukan-PTFI.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berkomitmen meningkatkan pemberantasan malaria di Kabupaten Mimika baik untuk karyawan, lingkungan kerja, dan masyarakat sekitar.
Salah satu bentuk komitmen yang ditunjukkan PFTI adalah dengan melakukan kampanye bebas malaria untuk karyawan Terminal Gorong-gorong Timika pada Jumat (25/5/2025).
Kampanye ini dilakukan bertepatan pada Hari Malaria Sedunia.
Baca juga: Peringati Hari Malaria Sedunia, Freport Lakukan Kampanye Bebas Malaria di Terminal Gorong-gorong
Manajer Public Health and Malaria Control (PHMC) PTFI, dr. Firdy Permana mengatakan, komitmen PTFI memberantas malaria di area operasional akan terus ditingkatkan.
Kegiatan yang dilakukan berupa penggunaan lotion anti nyamuk oleh karyawan.
Firdy berharap, budaya baru untuk mengguanakan lotion anti nyamuk ini bisa meningkatkan perlindungan karyaterhindar dari malaria.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya kolaborasi dari semua pihak untuk memberantas kasus malaria yang meningkat.
"Untuk tahun 2024 angka kasus malaria justru meningkat sejalan dengan jumlah kasus malaria di Mimika. Kalau kasus malaria di masyarakat meningkat pasti kasus malaria di karyawan juga akan meningkat. Ini perlu kolaborasi untuk memberantasnya," katanya.
Firdy menyebut, kasus malaria berada di angka kurang lebih 4.000 kasus per tahun.
Baca juga: Gebrakan TMMD ke-124 di Kabupaten Mimika: TNI dan Pemda Bersatu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Oleh karena itu ia berharap kolaborasi PTFI dengan semua pihak untuk mencegah malaria bisa membuat jumlah kasusnya menurun.
Menurtnya, tantangan memberantas malaria masih cukup berat sehingga PTFI terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
"Saat ini penularan malaria hanya terjadi di area dataran rendah karena faktor suhu dan kelembaban. Jika lingkungan lebih hangat, nyamuk berkembang dengan cepat. Kalau di Tembagapura tidak ada penularan karena kondisi lingkungan tidak memungkinkan," ujarnya.
Ia menyatakan, bahwa karyawan PTFI yang terkena malaria lebih banyak melakukan aktivitas pekerjaan di area dataran rendah.
"Kami kampanye di Terminal Gorong-gorong agar mengigatkan karyawan yang turun dari Tembagapura supaya paham bahwa, mereka memasuki area di mana penularan malaria lebih tinggi," katanya.
Ia menekankan bahwa kampanye kesehatan bagi karyawan terus dilakukan sebagai upaya pengendalian kasus malaria. (*)
| Lulus Program IPM, 8 Pemuda Suku Kamoro Siap Kerja di Industri Perhotelan |
|
|---|
| 8 Pemuda Suku Kamoro Dinyatakan Lulus IPN, Mulai Bekerja di Industri Perhotelan |
|
|---|
| Perda Saham 4 Persen Freeport Disahkan, Masyarakat Adat Tsingwarop Ibadah Syukur |
|
|---|
| Freeport Setor Tambahan Rp2,88 Triliun Kepada Pemda di Papua Tengah, Mimika Rp1,2 Triliun |
|
|---|
| PT Petrosea Dukung Pemberantasan Malaria di Mimika Lewat Edukasi, Skrining Hingga Fogging |
|
|---|