Rasisme Sepak Bola Papua
Geram, BMP RI Desak Kapolri Tuntaskan Dugaan Rasisme Terhadap Sayuri Bersaudara
Indonesia adalah negara Pancasila yang menjunjung tinggi keberagaman sebagaimana tertuang dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/8-Mei-2025-Tolak-Rasiissss.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Ujaran rasisme kembali mencoreng dunia sepak bola Indonesia.
Kali ini, insiden dugaan rasisme menimpa dua pesepak bola asal Papua, Yance dan Yakub Sayuri, saat pertandingan lanjutan BRI Liga 1 musim 2024-2025 antara Malut United dan Persib Bandung pada Jumat (2/5/2025).
Tak hanya di lapangan, dugaan ujaran rasis juga menyasar kedua pemain melalui media sosial Instagram.
Tercatat enam akun, yakni @pikz97_ (Taopik Rohman), @angarama88 (Rama Ramadan), @rio.ramdani_, @hadifikri04 (Fikri Hadi Nugraha), @gcattur, dan @kadekagung45 (Kadek Agung Wardana), diduga melontarkan kata-kata rasis kepada Yance dan Yakub Sayuri.
Baca juga: Papua Itu Indonesia! Penggiat Sepak Bola Murka Rasisme Terhadap Sayuri Bersaudara
Menyikapi kejadian ini, Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih (BMP), Ali Kabiay, menyampaikan kekecewaannya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara Pancasila yang menjunjung tinggi keberagaman sebagaimana tertuang dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
"Kita kuat karena perbedaan. Kami sangat menyayangkan dugaan ujaran rasis yang dialami Yance dan Yakub Sayuri. Ini adalah hal yang sangat tidak baik dan negatif bagi perkembangan berbangsa dan bertanah air," ujar Ali kepada Tribun-PapuaTengah.com, Kamis (8/5/2025).
Baca juga: Satukan Visi Pembangunan, Musrembangda RKPD Papua Tengah 2026 Digelar
Ali mengingatkan bahwa masyarakat Papua adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI.
"Untuk itu, saya dengan tegas meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas dugaan kasus ini karena sangat berpengaruh terhadap perkembangan di tanah Papua," katanya.
Ia juga menyinggung kasus rasisme pada 2019 di Papua dan menekankan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Yance maupun Yakub Sayuri adalah pemain sepak bola Timnas yang terus mengharumkan nama Indonesia. Kasus ini harus segera diselesaikan," tandasnya.
Baca juga: Menuju Kota Wisata Namun Masalah Sampah Belum Tuntas, Ketua DPRK Nabire Nensi Bilang Begini
BMP mendesak Kapolri untuk memerintahkan jajarannya segera menangkap pelaku dan menindak mereka sesuai undang-undang yang berlaku, sehingga memberikan efek jera dan mencegah terulangnya diskriminasi terhadap pesepak bola dari wilayah timur Indonesia lainnya.
"Harus ada efek jera, sehingga hal-hal ini tidak terulang lagi kepada para pesepak bola dari wilayah Indonesia Timur, seperti Papua, Maluku, NTT, dan Sulawesi, yang terus menghasilkan talenta-talenta pesepak bola di tanah air," harap Ali.
Baca juga: Wajah Kota Nabire Ternoda Sampah: Ironi Ibu Kota Provinsi dengan Perda Kebersihan
Sebagai informasi, Yance dan Yakub Sayuri telah melaporkan kasus dugaan rasisme ini ke Polda Maluku Utara pada Selasa, 6 Mei 2025, dengan Nomor Laporan Polisi: LP/B/39///2025/SPKT/POLDA MALUKU UTARA tertanggal 06 Mei 2025, pukul 14.57 WIT. (*)