Kamis, 16 April 2026

Pentahbisan Uskup Timika

Pimpin Misa Pontifikal Perdana, Uskup Bernardus Serukan Kerendahan Hati dan Solidaritas Umat

Ia juga menyerukan kepada para biarawan, biarawati, dan imam untuk menghayati hidup dalam kesunyian dan damai.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Pimpin Misa Pontifikal Perdana, Uskup Bernardus Serukan Kerendahan Hati dan Solidaritas Umat
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike Rumere
MISA- Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA saat memimpin Misa Pontifikal perdana. di Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Kamis (15/5/2025). Foto: Tribun-PapuaTengah.com/Feronike Rumere 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM,MIMIKA- Usai menjalani pentahbisannya sebagai Uskup Keuskupan Timika, pada Rabu (14/5/2025) kemarin, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA, langsung bergegasa memimpin Misa Pontifikal perdananya di Paroki Gereja Katolik Katedral Tiga Raja Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (15/5/2025).

Baca juga: Antusiasme Umat Sambut Misa Pontifikal Perdana Uskup Bernardus di Katedral Mimika

Dalam khotbahnya, Uskup Bernardus mengajak seluruh umat Katolik untuk merendahkan diri di hadapan Allah.

Mengacu pada Injil Matius 17:5, Uskup Bernardus menekankan tentang Allah Bapa yang memperkenalkan Yesus sebagai Putra terkasih-Nya dan menyerukan agar umat mendengarkan-Nya.

Ia menjelaskan bahwa seruan ini mengingatkan manusia bahwa Yesus adalah utusan Allah untuk menebus dosa, dan oleh karena itu, umat harus mengikuti-Nya dengan sungguh-sungguh.

"Khusus untuk pelayanan pastoral, kita harus meluangkan waktu untuk membaca firman Tuhan dan memiliki kasih untuk berbagi dengan sesama,"tegasnya.

Baca juga: Dua Putra Asli Papua Ukir Sejarah, Nakhoda Umat Katolik di Tanah Sendiri

Uskup mengutip perkataan Rasul Paulus, "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku".

Ia pun menekankan pentingnya belajar dari Yesus dan para murid.

Menurutnya, dengan membuka hati sungguh-sungguh, umat akan mampu mendengar suara Tuhan dan juga mampu mendengarkan sesama.

"Sikap mendengarkan, kerendahan hati, melawan kesombongan, dosa ketamakan, dan dosa perpecahan sangat penting. Kesombongan akan memicu dosa-dosa lain dan menghalangi kita untuk mendengar suara Tuhan," jelasnya.

Uskup Bernardus mengajak seluruh umat untuk meneladani Kristus.

Baca juga: Beri Sambutan Penutup Usai Pentahbisan Uskup Timika, Nuncio Vatikan Kenang Hal Ini Saat di Jayapura

Ia juga menyerukan kepada para biarawan, biarawati, dan imam untuk menghayati hidup dalam kesunyian dan damai.

"Pada kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk membuka hati seperti Yesus, membuka pintu pastoral gereja seluas-luasnya, membuka hati bagi mereka yang tertindas dan menderita, terutama di tanah Papua yang masih menghadapi banyak pengungsi dan permasalahan," tandasnya.

Lebih lanjut, Uskup Bernardus juga menyerukan agar Gereja sebagai institusi membuka diri untuk berdialog dan mengajak umat berdoa agar dirinya bersama para imam, pemerintah, TNI-Polri Timika dapat bekerja dengan cita-cita yang sama.

Baca juga: Momen Haru di Katedral Timika: Uskup Baru Sapa Umat dengan Komuni Kudus

Setelah khotbah, Uskup Bernardus memimpin upacara pembaruan janji imamat, sebuah perayaan rutin Gereja Katolik yang menjadi momen penting bagi para imam untuk memperbarui komitmen pelayanan mereka.

Di akhir Misa Pontifikal, Uskup Bernardus menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk para pastor, panitia penyelenggara yang diketuai oleh bupati, jajaran Pemprov Papua Tengah dan Papua Barat Daya, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved