Info PTFI
Freeport Indonesia Restocking Bibit Ikan Baramundi dan Kepiting Bakau di Muara Ajkwa
Ikan baramundi dan kepiting bakau ini menjadi komoditi penting di perairan Mimika berdasarkan survei perikanan.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/Penyebaran-Ikan-dan-Kepiting.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Guna menjaga ekosistem biota laut di Mimika, Papua Tengah, PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan restocking atau menebarkan bibit ikan kakap putih (baramundi) dan kepiting bakau di Muara Ajkwa, Senin (19/5/2025).
Sebanyak 10.000 bibit anakan ikan baramundi dan 500 ekor kepiting bakau ditebarkan pada kesempatan tersebut.
Baca juga: Dulu Dirawat, Sekarang Terabaikan: Ini Nasib Tugu Gerbang Nun Biru di Pusat Kota Nabire
Penebaran bibit ikan baramundi dan kepiting bakau tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan PTFI dalam hal ini, Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum didampingi VP Enviromental PTFI, Gesang Setyadi, EVP of Technical Services PTFI, Christopher E. Zimmer.
Hadir juga Kepala Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, Ferdi dan para stafnya, Guru Besar Bidang Keahlian Unversitas Diponegoro, Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto dan jajaran, tokoh Masyarakat Suku Kamoro, dan perwakilan pemerintah Distrik Mimika Timur.
Baca juga: Lestarikan Budaya Lokal, Disparbudpora Mimika Adakan Lomba Kerajinan Tangan Suku Amungme
VP Enviromental PTFI, Gesang Setyadi pada kesempatan itu mengatakan, setiap tahun PTFI bekerja sama dengan Universitas Papua melakukan kegiatan survei perikanan di perairan Mimika.
Dari survei itu ternyata terjadi sedikit penurunan populasi ikan di perairan Mimika.
“Ini bisa dipahami karena populasi penduduk di Mimika meningkat yang tadinya kurang dari seratus ribu penduduk saat ini mencapai 320 ribu hingga berdampak pada hasil pencarian ikan kian meningkat.”
“Dulu diarea sekitar ini kita bisa mancing dan dapat ikan baramundi tetapi sekarang sudah mulai berkurang karena adanya aktivitas mancing dan kapal nelayan meningkat,” kata Gesang.
Menurut Gesang bahwa, baramundi dan kepiting bakau ini menjadi komoditi penting di perairan Mimika berdasarkan survei perikanan.
“Perlu kita jaga dan lestarikan karena ini merupakan bagian dari pendapatan dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Lanjutnya, dari hasil studi banding soal persetujuan teknis pengelolaan tailing di muara Freeport mengusulkan agar penebaran ikan dan kepiting bakau segera dilakukan.
“Rencana ini sebenarnya sudah lama dilakukan tetapi baru kita lakukan hari ini. Jadi ini inisiatif yang sudah lama,” katanya.
Baca juga: 11 Anggota DPR Provinsi Papua Tengah Pengangkatan Jalur Otsus Dilantik Pekan Depan
Menurutnya, ikan baramundi dan kepiting bakau ini merupakan hal penting mengatasi populasinya dengan memperhatikan keseimbangan biota laut.
“Dengan adanya penebaran ikan dan keping ini maka kami berharap ikan dan kepiting indukan bisa menambah populasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan komitmen Freeport menjaga lingkungan sekitar juga bermanfaat buat masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Baca juga: Peduli Konflik, Pemprov Papua Tengah Kirim Sembako dan Obat-obatan Untuk Pengungsi Intan Jaya
Sementara, EVP of Technical Services PTFI, Christopher E. Zimmer mengaku senang melihat kegiatan ini berlangsung denga naman dan lancar.
| Yassierli Saksikan Penandatanganan PKB PTFI dan Tiga Serikat Pekerja ke-24 Periode 2026-2028 |
|
|---|
| Freeport Dukung Musisi Muda Papua Mendunia, Ini Kata Tony Wenas |
|
|---|
| Misi Mulia PTFI Bersama KLHK dan ULM Selamatkan Mangrove di Kalsel, Tony Wenas: Mangrove For Life |
|
|---|
| Tony Wenas Bicara Penambangan Berkelanjutan di Seminar Nasional di ULM Banjarmasin Kalsel |
|
|---|
| Papua Football Academy Milik PT Freeport Indonesia Cari Talenta Muda Kelahiran 2012 |
|
|---|