Selasa, 14 April 2026

Bantah Kematian Misterius di Yahukimo

Pejabat Yahukimo Bantah Kematian Massal 55 Warga Akibat Wabah Penyakit

Mereka membantah kabar tersebut dan menekankan pentingnya konfirmasi data sebelum informasi disebarluaskan ke publik.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Pejabat Yahukimo Bantah Kematian Massal 55 Warga Akibat Wabah Penyakit
Istimewa
BANTAH INFORMASI KEMATIAN MASSAL- Kepala Distrik Nipsan, Septhinus Wisabla, (Tengah, )kepala Puskesmas Kepala Puskesmas Nipsan, Hosea Wisabla, (tengah) Kepala Kampung Ikmok, Enos Kwak ( kanan) saat memberikan keterangan foto Istimewa 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, YAHUKIMO– Kabar mengenai meninggalnya 55 warga di Distrik Talambo dan Distrik Nipsan, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, akibat wabah penyakit menuai reaksi tegas dari para pejabat setempat.

Mereka membantah kabar tersebut dan menekankan pentingnya konfirmasi data sebelum informasi disebarluaskan ke publik.

Kepala Distrik Nipsan, Septhinus Wisabla, menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

"Kami dari Distrik Nipsan memang mendengar adanya kabar tentang musibah ini. Tapi saya sebagai kepala distrik menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar," ujarnya melalui sambungan telepon pada Selasa (27/5/2025).

Baca juga: Satgas ODC Serahkan Yuni Enumbi Beserta Barang Bukti ke Kejari Jayapura

Septhinus meminta media untuk menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang sebelum memublikasikan informasi.

"Kami sampaikan kepada semua media, baik di Papua Pegunungan maupun di luar Papua, tolong jangan membuat berita tanpa konfirmasi. Lakukan wawancara dengan semua tokoh terkait agar informasi yang disampaikan akurat dan bertanggung jawab," tegas dia.

Baca juga: Seruan MRP se-Papua: Hentikan Konflik, Revisi Otsus, dan Jaga Tanah Adat!

Menurut Septinus, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut terus berjalan.

Bahkan, sejak Januari hingga Mei 2025, pihaknya telah membawa dokter untuk menangani warga.

"Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, terutama kepada Bapak Bupati. Berkat dukungan dan bantuan mereka, angka kesakitan dan kematian sudah menurun,"imbuh Septinus.

Ia menekankan bahwa data pasti mengenai jumlah kematian akan diumumkan setelah tim medis menyampaikan hasil pemeriksaan resmi.

Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal

Senada dengan Septhinus, Kepala Puskesmas Nipsan, Hosea Wisabla, membantah tudingan bahwa pihaknya lalai dalam penanganan kesehatan warga.

"Sebagai kepala puskesmas, saya tidak pernah lepas tanggung jawab. Saya sudah kirim obat tiga kali dalam satu tahun. Tim dokter baru turun kemarin, sebelumnya hanya perawat yang menangani," jelasnya.

Baca juga: Jelang Idul Adha 1446 H, Harga Sapi Kurban di Timika Sentuh Rp 40 Juta per Ekor

Hosea juga menyampaikan bahwa tenaga kesehatan non-Orang Asli Papua (OAP) masih mengalami trauma sehingga belum semuanya dapat kembali bertugas.

"Kami terima semua ini dengan lapang dada. Tapi kami juga tidak bisa serta-merta menyalahkan pihak lain," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved