Info Papua Tengah
Pemprov Papua Tengah Evaluasi APBD 2025: Dorong Transparansi dan Percepatan Penyerapan
Zakarias menyebut, capaian penyerapan APBD Papua Tengah mencapai 60,66 persen, menempatkan provinsi ini di posisi teratas secara nasional.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/29-Juli-2025-serapann.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Pemerintah Provinsi Papua Tengah monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Senin (28/7/2025).
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemprov dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Hindari Penipuan, ASN Pemprov Papua Tengah Dibekali Penguatan Ekosistem Siber dan Sandi
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Papua Tengah, Zakarias Marey, menyatakan kegiatan ini melibatkan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri serta seluruh kepala dan perwakilan dari delapan kabupaten di Papua Tengah.
Tujuannya adalah memastikan setiap rupiah APBD digunakan secara tertib, taat aturan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab.
Baca juga: Gubernur Nawipa Dorong ASN Papua Tengah Waspada Keamanan Siber
Zakarias menyebut, capaian penyerapan APBD Papua Tengah mencapai 60,66 persen, menempatkan provinsi ini di posisi teratas secara nasional.
Namun, ia menyoroti realisasi belanja yang masih di angka 33,75 persen.
"Meskipun sudah cukup baik, masih ada ruang untuk mempercepat penyerapan anggaran agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat," jelasnya.
Pemprov Papua Tengah mengidentifikasi beberapa kendala dalam pelaksanaan APBD, antara lain keterlambatan penempatan pejabat pengelola keuangan, kurangnya pemahaman pejabat SKPD dalam pengadaan barang dan jasa.
Baca juga: SATP Kembangkan Potensi Anak Papua dengan Berbagai Program Unggulan
Lalu, keterlambatan penyaluran dana transfer, dan keterbatasan akses internet di beberapa daerah yang menghambat proses lelang.
Untuk mengatasi tantangan ini, Zakarias mengajak seluruh pemerintah daerah meningkatkan kinerja strategis.
Ia menekankan percepatan realisasi APBD berdasarkan petunjuk teknis belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal.
Zakarias juga meminta koordinasi aktif dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mempercepat pemahaman teknis pengadaan barang dan jasa.
"Setiap kontrak atau lelang harus sesuai standar dan peraturan kepala daerah, serta pengadaan dilakukan melalui e-katalog," tegasnya.
Baca juga: Bukan Hanya Begal, Tukang Ojek Nabire Juga Resahkan Setoran Wajib
Zakarias juga meminta Inspektorat daerah untuk mengidentifikasi permasalahan dan memberikan keyakinan kepada OPD dalam melaksanakan anggaran.
Koordinasi dengan Inspektorat Jenderal serta Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri juga perlu ditingkatkan untuk membentuk tim monitoring yang dapat mempercepat penyerapan anggaran.
"Mari kita wujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik demi kesejahteraan masyarakat. Semoga kegiatan ini menghasilkan rekomendasi positif bagi pembangunan daerah,"tandasnya. (*)
TribunPapuaTengah.com
Pemprov Papua Tengah
Zakarias Marey
Dirjen Keuangan Kemendagri
penyerapan anggaran
APBD Tahun Anggaran 2025
Papua Tengah
Nabire
| Korem 173/PVB Temukan Senjata Api di Markas WNA China di Kawasan Wadio Nabire |
|
|---|
| Konflik Dogiyai Papua Tengah, 4 Polisi Diberhentikan Tidak Dengan Hormat |
|
|---|
| Polda Papua Tengah Tangkap Pemuda Bernama Oktovianus Douw, Keluarga Menunggu Alasannya |
|
|---|
| Kapolda Cup II Mini Soccer Antar SMA/SMK Bergulir, Pemda Diharapkan Adakan Pertandingan Seperti Ini |
|
|---|
| Kapolda Papua Tengah Besuk Korban Penembakan Operasi Militer Tembagapura |
|
|---|