Info Papua Tengah
Disdikbud Papua Tengah Adakan Rakor Bahas Sekolah Sepanjang Hari
"Langkah awal ya, terus-menerus melakukan sosialisasi. Dan salah satu komponen dalam SSH itu makan tiga kali
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/Agus-SUMULE.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, Nabire- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Tengah gelar Rapat Koordinasi (Rakor).
Rakorda ini guna mematangkan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di wilayah Provinsi Papua Tengah.
Baca juga: Prediksi Cuaca BMKG, Kabupaten Mimika Diguyur Hujan Ringan
Acara ini digelar di Restoran L'Price, Jalan Yosudarso, Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis (31/7/2025) sore.
Disdikbud Papua Tengah turut menghadirkan akademisi, dosen, dan perwakilan intelektual se-Provinsi Papua Tengah.
Pada kesempatan itu akademisi, Agus Irianto Sumule kepada media menceritakan pengalaman dalam menjalankan program SSH di Provinsi Papua Barat.
"Langkah awal ya, terus-menerus melakukan sosialisasi. Dan salah satu komponen dalam SSH itu makan tiga kali," ungjap Dosen Antropolog Universitas Negeri Papua (Unipa) tersebut.
Baca juga: Awal Agustus 2025, Kabupaten Nabire Papua Tengah Terjadi Hujan Ringan
Akademisi dan Dosen Unipa itu menambahkan, makan tiga kali dibagi dalam tiga waktu.
"Makan pagi, makan siang, dan makan sore atau snak sore," katanya.
Sumule menjelaskan, untuk Papua Tengah belum dijalankan tetapi Ia mengambil contoh seperti di Sorong Selatan, Maibrat, dan Wamena.
Baca juga: BP3OKP: Daerah Perlu Konsisten Ketentuan Waktu Penggunaan Dana Otsus
"Itu, SMA hanya bisa berjalan setelah ada sosialisasi intens dan masif harus dengan orang. Karena, SSH tanpa kontribusi masyarakat setempat itu tidak mungkin," jelas pemerhati Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
Dalam penyediaan makanan lanjutnya, bukan juga soal bekerjasama memperhatikan sekolah, kamar mandinya, dan lain sebagainya.
Baca juga: Hasil Survei JSI PSU Pilgub Papua: Mathius-Aryoko Unggul 49,5 Persen, Benhur-Constant 44,6 Persen
Menurutnya, yang paling penting adalah para orang tua menerima program pemerintah mewujudkan pendidikan berjalan normal di kampung-kampung.
"Di Sorong Selatan, bupati dan kepala distriknya sendiri turun. Bupati bicara tegas dan jelas. Sehingga, sebelum SSH jalan, itu 50 anak datang sekolah. Setelah SSH jalan, itu ada 220 anak ke sekolah," katanya.
Baca juga: YPMAK Motivasi Pelajar Papua di Semarang, Pesan Leonardus Tumuka: Pantang Pulang Sebelum Berhasil!
Sumule mengungkapkan program SSH ini juga sebenarnya meringankan kesibukan orang tua.
"Iya, kasarnya itu, orang tua sibuk pekerjaannya. Sementara, mereka berpikir bahwa pemerintah sedang jaga anaknya," ungkap Sumule.
Baca juga: DPRP Papua Tengah Dukung Penuh Didirikannya Universitas Negeri
Sumule juga mengajak, Gubernur, Kadisdikbud Papua Tengah, Para Bupati se-Provinsi Papua Tengah, kepala-kepala distrik, jadwalkan program SSH dan ikuti prosesnya.
Ia berharap, berdasarkan pengalaman giat menjalankan SSH di beberapa kabupaten/kota. Dirinya meyakini untuk Papua Tengah pasti berjalan baik.(*)
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
Disdikbud Provinsi Papua Tengah
Sekolah Sepanjang Hari
Agus Irianto Sumule
| HIPMI Siap Gandeng Kopdes Merah Putih Bangkitkan UMKM Lokal di Papua Tengah |
|
|---|
| SK Pegawai Negeri Sipil K2 Provinsi Papua Tengah Akhirnya Diserahkan |
|
|---|
| Kapolda Papua Tengah Pimpin Rapat Klarifikasi Ungkap Pelaku Pembunuhan Bripda JE |
|
|---|
| Populasi Penduduk Provinsi Papua Tengah Tembus 1,3 Juta Jiwa, Kabupaten Mimika Terbanyak |
|
|---|
| Pemprov Papua Tengah Targetkan Penguatan Ekonomi Lokal pada RKPD 2027 |
|
|---|