Kamis, 23 April 2026

Info Papua Tengah

HIV/AIDS Tembus 23 Ribu, ‎KPA Papua Tengah Minta Generasi Muda Waspada

‎‎“Dulu banyak  belum memeriksakan diri sehingga angka terdata rendah. Sekarang karena ada dorongan dari KPA, LSM, dan keluarga, masyarakat,

Tayang:
zoom-inlihat foto HIV/AIDS Tembus 23 Ribu, ‎KPA Papua Tengah Minta Generasi Muda Waspada
Tribun-PapuaTengah.com/Melkianus Dogopia
Ketua Umum Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw. 

‎Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

‎TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freni Anouw mengungkapkan jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Papua Tengah.

 Kini kasus HIV/AIDS di Papua Tengah berjumlah 23.861 kasus.

Baca juga: Merayakan HUT ke-80 RI, Freeport Libatkan Masyarakat Mimika dalam Lomba Tarian Seka

Angka ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya berada di kisaran 20 ribu hingga 23 ribu kasus.

Menurut Freny, ada dua faktor utama yang menyebabkan kenaikan tersebut.

Pertama, semakin banyak masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan baik melalui fasilitas medis maupun layanan lapangan digelar KPA, LSM, dan keluarga.

‎‎“Dulu banyak  belum memeriksakan diri sehingga angka terdata rendah. Sekarang karena ada dorongan dari KPA, LSM, dan keluarga, masyarakat, khususnya anak-anak mudamkembali melakukan pemeriksaan. Itu yang membuat data naik,” jelasnya.

‎‎Faktor kedua, kata Freni, adalah memburuknya perilaku pergaulan di kalangan remaja dan usia produktif.

Baca juga: KPA dan DMI Gabung Jurus Tekan Kasus HIV-AIDS di Papua Tengah

‎‎“Anak-anak sekarang jarang di rumah, sering keluar malam, dan mudah terpengaruh lingkungan. Keinginan untuk mencoba hal-hal baru tinggi, termasuk perilaku berisiko,” ujarnya.

‎‎Freni menegaskan, generasi muda khususnya yang berusia 14–25 tahun harus menjaga diri dan menghindari perilaku seks bebas.

Baca juga: Jelang HUT ke-80 RI, Pemkab Deiyai Lestarikan Budaya Lewat Lomba Vokal Grup dan Sanggar Seni

‎‎Ia mengimbau anak-anak muda untuk selalu mendengar nasihat orang tua, mengikuti ajaran agama yang melarang perzinahan, serta mengingat masa depan Papua yang membutuhkan generasi sehat untuk memimpin.

‎‎“Papua ini untuk kita semua. Kalau kita habis, siapa yang akan pimpin Papua ini? Gereja butuh kita, pemerintah juga butuh kita,” tegasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved