Kamis, 21 Mei 2026

Info Lanny Jaya

Warga di Kabupaten Lanny Jaya Tolak Makanan Bergizi Gratis, Ada Apa?

Mereka menilai, pembagian makanan di wilayah konflik merupakan bagian dari strategi militer patut diwaspadai.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Warga di Kabupaten Lanny Jaya Tolak Makanan Bergizi Gratis, Ada Apa?
Istimewa
PENOLAKAN MBG: Tampak mama mama Papua yang berada di pasar tiang menolak pemberian makan oleh aparat, Jumat (8/8/2025). 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, LANNY JAYA- Sejumlah warga, termasuk para pedagang di Pasar Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, menolak makanan masak gratis dibagikan oleh TNI pada, Jumat (8/8/2025). 

Penolakan ini dilaporkan langsung oleh Pasukan Intelijen Strategis (PIS) TPNPB di wilayah tersebut kepada Manajemen Markas Pusat Komnas-TPNPB.

Baca juga: Prajurit TNI Gugur Saat Kontak Tembak di Intan Jaya Dievakuasi, Jenazah Dikirim ke Banjarmasin

Menurut laporan, aparat militer datang dengan seragam lengkap dan membawa senjata serbu.

Mereka membagikan makanan di pasar-pasar dan sepanjang jalan di Tiom.

Namun, ketika tiba di Pasar Tiom, sejumlah mama-mama penjual menolak menerima makanan tersebut, membuat aparat memilih meninggalkan lokasi.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam Siaran Pers ke-III, mengimbau seluruh warga Papua untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman gratis dibagikan aparat militer maupun intelijen di wilayah-wilayah konflik.

“Kami menduga makanan dan minuman tersebut mengandung racun yang bisa berdampak pada kematian, baik cepat maupun lambat. Karena itu, kami minta rakyat Papua berhenti mengonsumsinya,” ujar Sebby.

Baca juga: Kontak Tembak di Intan Jaya, Satu Prajurit TNI Dikabarkan Gugur

TPNPB-OPM juga menuding bahwa sejak era orde baru hingga kini, negara Indonesia lebih memprioritaskan penguasaan sumber daya alam Papua ketimbang melindungi masyarakatnya.

Mereka menilai, pembagian makanan di wilayah konflik merupakan bagian dari strategi militer patut diwaspadai.

Baca juga: Ditangkap dalam Kondisi Mabuk, Anak Buah Egianus Kogoya Ini Akui Terlibat Tiga Aksi Keji

"Di wilayah perang, militer seharusnya tidak beralih fungsi menjadi dinas sosial atau dinas kesehatan. Warga diminta waspada, kembali berkebun, dan makan dari hasil kebun sendiri demi keamanan keluarga,” tegas Sebby.

Siaran pers ini ditandatangani oleh jajaran pimpinan TPNPB-OPM, antara lain Panglima Tinggi Jenderal Goliat Tabuni, Wakil Panglima Letjen Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayjen Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved