Dinas Pendidikan dan KPA Papua Tengah Kolaborasi Berantas HIV-AIDS Lewat Modul Edukasi
Freny Anouw, mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah penting karena penanganan kasus ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/11-Agustus-2025-Kolaborasiiii.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Tengah dan Dinas Pendidikan sepakat berkolaborasi untuk menekan angka kasus HIV dan AIDS.
Kedua instansi ini akan fokus pada upaya pencegahan melalui sosialisasi dan pendidikan di sekolah-sekolah di seluruh Papua Tengah.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Nabire, ini menunjukkan langkah serius dalam menghadapi tingginya kasus HIV/AIDS di Papua Tengah.
Baca juga: Resmi Jadi CPNS Pemkab Nabire, Bupati Mesak Magai Ingatkan 166 Pegawai: Jangan Malas atau Dipecat!
Ketua KPA Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah penting karena penanganan kasus ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
"Untuk itu, kami telah bersepakat akan berkolaborasi, memberantas kasus HIV dan AIDS secara bersama," ujar Freny kepada awak media, termasuk Tribun-Papuatengah.com, Senin, (11/8/2025).
Sebagai tindak lanjut, KPA dan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Dikti pada 23 Agustus mendatang untuk menyusun modul khusus.
Modul ini akan berisi materi bahaya dan pencegahan HIv dan AIDS yang nantinya akan diajarkan kepada pelajar dan mahasiswa.
Baca juga: Pemuda Katolik Dogiyai Kecam Penembakan 3 Pelajar, Soroti Peredaran Miras dan Senpi Aparat
Penerapan modul direncanakan dimulai pada tahun 2026 dan akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran muatan lokal atau bimbingan konseling.
"Jadi nanti kita akan susun secara bersama, dan menerbitkan module ini, agar anak-anak sekolah dapat materi dengan baik," jelas Freny.
Mengingat Kepala Dinas Pendidikan yang juga menjabat Ketua TP-PKK Papua Tengah, kata Freny, akan meneruskan sosialisasi ini ke seluruh PKK di tingkat kabupaten.
Berdasarkan data KPA, saat ini tercatat 23.188 kasus HIV dan AIDS di Papua Tengah.
Angka tersebut tersebar di beberapa daerah, yaitu Nabire (10.705), Mimika (8.021), Paniai (2.480), Puncak Jaya (949), Dogiyai (689), Deiyai (263), dan Puncak (67). (*)
TribunPapuaTengah.com
KPA Provinsi Papua Tengah
Freny Anouw
Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah
HIV dan AIDS
Papua Tengah
angka kasus HIV dan AIDS
mata pelajaran muatan lokal
bimbingan konseling
| Befa Yigibalom Ajak Seluruh Elemen Bersatu Hentikan Konflik Antarkelompok di Wamena |
|
|---|
| Warga Puncak Papua Tengah Diminta Jauhi Kelompok Bersenjata |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, Harga Daging Sapi Rp 145 Ribu per Kg |
|
|---|
| Redam Bara di Distrik Wouma: Tokoh Papua Pegunungan Desak Gencatan Senjata Total |
|
|---|
| Dulu Sering Palang Jalan Sekarang Pekerja MBG, Ini Kisah Yusak Pahlawan Gizi di Nabire |
|
|---|