Jumat, 1 Mei 2026

Dinas Pendidikan dan KPA Papua Tengah Kolaborasi Berantas HIV-AIDS Lewat Modul Edukasi

Freny Anouw, mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah penting karena penanganan kasus ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Dinas Pendidikan dan KPA Papua Tengah Kolaborasi Berantas HIV-AIDS Lewat Modul Edukasi
Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari
KASUS HIV-AIDS DI PAPUA TENGAH- Guna menekan kasus HIV-AIDS di tingkat pelajar, KPA Papua Tengah, sia berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Papua Tengah. Senin, (11/9/2025). Foto: Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Tengah dan Dinas Pendidikan sepakat berkolaborasi untuk menekan angka kasus HIV dan AIDS.

Kedua instansi ini akan fokus pada upaya pencegahan melalui sosialisasi dan pendidikan di sekolah-sekolah di seluruh Papua Tengah.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Nabire, ini menunjukkan langkah serius dalam menghadapi tingginya kasus HIV/AIDS di Papua Tengah. 

Baca juga: Resmi Jadi CPNS Pemkab Nabire, Bupati Mesak Magai Ingatkan 166 Pegawai: Jangan Malas atau Dipecat!

Ketua KPA Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah penting karena penanganan kasus ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

"Untuk itu, kami telah bersepakat akan berkolaborasi, memberantas kasus HIV dan AIDS secara bersama," ujar Freny kepada awak media, termasuk Tribun-Papuatengah.com, Senin, (11/8/2025).

Sebagai tindak lanjut, KPA dan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Dikti pada 23 Agustus mendatang untuk menyusun modul khusus.

Modul ini akan berisi materi bahaya dan pencegahan HIv dan AIDS yang nantinya akan diajarkan kepada pelajar dan mahasiswa.

Baca juga: Pemuda Katolik Dogiyai Kecam Penembakan 3 Pelajar, Soroti Peredaran Miras dan Senpi Aparat

Penerapan modul direncanakan dimulai pada tahun 2026 dan akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran muatan lokal atau bimbingan konseling.

"Jadi nanti kita akan susun secara bersama, dan menerbitkan module ini, agar anak-anak sekolah dapat materi dengan baik," jelas Freny.

Mengingat Kepala Dinas Pendidikan yang juga menjabat Ketua TP-PKK Papua Tengah, kata Freny, akan meneruskan sosialisasi ini ke seluruh PKK di tingkat kabupaten.

Berdasarkan data KPA, saat ini tercatat 23.188 kasus HIV dan AIDS di Papua Tengah.

Angka tersebut tersebar di beberapa daerah, yaitu Nabire (10.705), Mimika (8.021), Paniai (2.480), Puncak Jaya (949), Dogiyai (689), Deiyai (263), dan Puncak (67). (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved