Info Mimika
Harga Santan Kara dan Kelapa Parut di Pasar Sentral Kabupaten Mimika Naik
"Santan kara ukuran 200 ml Rp 20 ribu sebelumnya Rp 10 ribu. Kita ngikuti harganya kalau naik ya kita naik,
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Marselinus Labu Lela
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Harga Santan Kara atau dikenal dengan Sun Kara mengalami lonjakan harga atau naik di Pasar Sentral Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (26/8/2025).
Baca juga: BMKG: Selama Tiga Bulan, Puncak Hujan Ringan Hingga Lebat Terjadi di Mimika
Salah satu pedagang di Pasar Sentral Mimika, Utari menjelaskan, santan kara ukuran 65 ml sebelumnya Rp 5.000 naik Rp 7.000. Kalau kara bubuk 20 gram sebelumnya Rp 5.000 sekarang sama Rp 7.000.
"Santan kara ukuran 200 ml Rp 20 ribu sebelumnya Rp 10 ribu. Kita ngikuti harganya kalau naik ya kita naik, kalau kita beli 18 ribu, terus jual 18 ribu gimana," kata Utari.
Bukan hanya santa kara saja, tetapi sudah hampir lima bulan harga kelapa naik di pasaran.
Bukan hanya di Pasar Sentral Kabupaten Mimika, kenaikan ini juga terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kenaikan harga mengakibatkan para pedagang kelapa harus mengeluarkan lebih banyak modal untuk mendapatkan stok.
Baca juga: DPRK Puncak lantik 2 Pimpinan dan 1 Anggota PAW
Bahkan, sesuai pantauan di pasar sentral beberapa pedagang tidak berjualan karena kehabisan stok kelapa.
Salah satu pedagang kelapa, Berlian menjelaskan beberapa bulan ini kesulitan mendapatkan kelapa dengan jumlah besar.
Baca juga: BMKG Prediksi 9 Wilayah Mimika Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, Cek Info Lengkapnya
Apalagi, kebutuhan kelapa di Timika cukup tinggi. Sehari ia bisa menjual minimal 500 buah kelapa.
Sesuai informasi para pedagang dapatkan, harga kelapa naik karena masuknya pengusaha yang mau membeli kopra ke Pulau Ararau yaitu wilayah penghasil kelapa.
Baca juga: PRAKIRAAN CUACA: Hujan dan Cuaca Tak Menentu Landa Seluruh Distrik di Nabire Hari Ini
Kopra adalah bagian daging buah kelapa yang telah dikeringkan.
"Susah dapat kelapa sekarang, biasanya sebelum kopra masuk, kita bisa dapat kelapa sekali dua minggu, sekarang tunggu dua bulan baru datang,"ucapnya.
Masuknya para pengusaha kopra tersebut ke pulau Ararau, menjadikan pasokan untuk pedagang eceran di pasaran Timika berkurang.
Baca juga: Penolakan Tambang Emas Wabu Blok Kabupaten Intan Jaya Terus Dikawal
Sebab diketahui, para pemilik kelapa lebih memilih menjual kopra daripada kelapa karena harganya lebih tinggi.
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
Kabupaten Mimika
INFO TIMIKA
Pasar Sentral Mimika
Pasar Sentral Timika
| Wisata Air Jadi Primadona: Ratusan Warga Timika Padati Kolam Renang pada Akhir Pekan Usai Tahun Baru |
|
|---|
| Stok Beras 2.600 Ton, Bulog Timika: Ketahanan Pangan di Mimika Aman untuk Tiga Bulan ke Depan |
|
|---|
| Pesan Bupati Mimika Terkait Perayaan Malam Pergantian Tahun: Warga Harus Jaga Predikat Kota Harmoni |
|
|---|
| Rettob Perintahkan Karang Taruna Kabupaten Mimika Validasi Data Warga demi Tekan Kemiskinan |
|
|---|
| Solusi Krisis Air Pesisir: SPAB Canggih PUPR Mimika Ubah Air Laut Jadi Layanan Konsumsi di Kokonao |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/SANTAN-KARA.jpg)