Rabu, 20 Mei 2026

Info Deiyai

Bukan Jamannya Angkat Pentungan, Satpol PP Deiyai Kini Wajib Pakai Hati Tertibkan Warga

Upaya konkret perubahan paradigma tersebut dimulai melalui pembinaan intensif bagi 101 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Tayang:
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Bukan Jamannya  Angkat Pentungan, Satpol PP Deiyai Kini Wajib Pakai Hati Tertibkan Warga
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
PEMBINAAN - Pemkab Deiyai melalui Bagian Tapem Setda Kabupaten Deiyai menggelar pembinaan bagi anggota Satpol PP di Aula Tuyana yang berlokasi di Jalan Tigido, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provnsi Papua Tengah, Senin (18/5/2026), siang./Istimewa 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Deiyai kini mengedepankan pendekatan humanis dalam penegakan aturan melalui pembinaan 101 anggota Satpol PP di Distrik Tigi, Senin (18/5/2026). 
  • Plt Kabag Tapem, Anselmus Pekei, menegaskan aparat harus profesional dan persuasif tanpa tindakan represif demi menjaga citra pemerintah. 
  • Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM agar tercipta ketertiban wilayah yang aman berbasis dialog.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, DEIYAI - Paradigma penegakan peraturan daerah di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, kini bergeser dari tindakan represif menjadi pendekatan humanis. 

Pemkab Deiyai menegaskan bahwa wajah pemerintah di lapangan tercermin dari kesantunan aparat dalam menertibkan masyarakat.

Upaya konkret perubahan paradigma tersebut dimulai melalui pembinaan intensif bagi 101 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Plt Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Deiyai, Anselmus Pekei, memimpin langsung pembekalan tersebut di Aula Tuyana, Jalan Tigido, Distrik Tigi, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Perkim Kabupaten Dogiyai Akui Kebutuhan Rumah Bagi Masyarakat Masih Tinggi

Anselmus mengatakan Satpol PP memegang tanggung jawab besar dalam menjaga ketertiban umum sekaligus menegakkan peraturan daerah.

Sebab itu pemerintah daerah berkomitmen membentuk aparatur yang berwibawa tanpa harus memicu konflik horizontal dengan warga.

"Satpol PP bukan hanya aparat penegak aturan, tetapi juga wajah pemerintah di tengah masyarakat. Karena itu, anggota Satpol PP harus bekerja secara disiplin, profesional, dan mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap tugas," tegas Anselmus saat memberikan materi pembinaan.

Ia juga menginstruksikan seluruh personel di lapangan untuk mengutamakan komunikasi persuasif dan pelayanan publik.

Baca juga: Serahkan 38 Unit Rumah Layak Huni untuk Masyarakat, Bupati Dogiyai: Ini Amanah, Tolong Dirawat Baik!

Menurut Ansemus, tindakan kekerasan atau represif sudah tidak relevan dan hanya akan merusak citra pemerintah daerah.

"Jadi aparat penegak aturan wajib mematuhi etika kerja serta menunjukkan keteladanan sikap dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Pemkab Deiyai mengagendakan kegiatan pembekalan ini sebagai bagian dari program penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Investasi pada kapasitas aparatur ini bertujuan menciptakan situasi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif.

Baca juga: Harga Emas di Mimika Turun ke Rp2,5 Juta per Gram, Warga Ramai-ramai Serbu Toko Perhiasan

Kesadaran hukum masyarakat diharapkan tumbuh melalui dialog, bukan karena rasa takut terhadap aparat.

"Kami berharap setelah kegiatan ini, seluruh anggota Satpol PP semakin memahami tugas pokok dan fungsinya, serta mampu menjalankan tugas dengan baik demi menjaga stabilitas dan ketertiban di Kabupaten Deiyai," ujar Anselmus. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved