Info Intan Jaya
Henes Sondegau: Luka di Intan Jaya Harus Berhenti
Setiap tindakan keamanan yang dilakukan di Intan Jaya harus dengan prinsip profesionalisme, proporsionalitas, dan kehati-hatian.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/18-Oktober-2025-Burkannaa.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, hingga hari ini masih belum aman.
Konflik bersenjata antara pihak keamanan,dan kelompok bersenjata masih terus terjadi.
Bahkan, tangisan dan harapan rakyat pun masih terus mengalir deras di daerah ini.
Seakan tidak ada titik terang untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan yang ada.
Baca juga: Menhan RI dan Panglima TNI Lakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten Mimika
Menyikapi kondisi itu, Anggota Komisi IV DPR Papua Tengah, Henes Sondegau mengatakan, sebagai putra asli Intan Jaya sangat berduka, dan empati dengan kondisi yang ada.
"Terutama kepada setiap korban jiwa, dan warga sipil yang terluka, serta masyarakat yang terdampak," Kata Henes kepada Tribun-PapuaTengah.com, Sabtu, (18/10/2025).
Menurut dia, rasa trauma hingga ketakutan, dan kehilangan yang dirasakan masyarakat Intan Jaya bukanlah hal ringan.
"Tapi itu luka kolektif yang harus segera disembuhkan, untuk itu perlindungan terhadap warga harus menjadi prioritas utama konstitusi negara, dan standar HAM yang mengamanatkan bahwa, warga sipil terutama ibu-ibu, anak-anak, tokoh agama, dan masyarakat adat, tidak boleh menjadi korban dalam konflik," katanya.
Baca juga: Torehkan Prestasi Gemilang, Bupati Puncak Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Asia Global Awards 2025
Henes juga meminta agar setiap tindakan keamanan yang dilakukan di Intan Jaya harus dengan prinsip profesionalisme, proporsionalitas, dan kehati-hatian.
"Dengan begitu tidak terjadi kesalahan yang memperparah penderitaan masyarakat," terangnya.
Dia juga mendesak, aparat keamanan, dan kelompok bersenjata hentikan segala bentuk eskalasi kekerasan.
Menurut dia, dengan penambahan pasukan tanpa koordinasi yang jelas, dan tidak memperhatikan kondisi lapangan hanya akan memperpanjang penderitaan.
"Konflik yang terus-menerus seperti ini justru merusak rasa aman, dan memperparah ketidakstabilan sosial," tandasnya.
Baca juga: Musda II: Partai Golkar Bidik Tambahan Kursi DPRD di Papua Pegunungan
Legislator Partai NasDem itu juga minta pemerintah pusat,dan daerah harus segera mempertimbangkan penarikan sementara atau pengurangan kehadiran pasukan keamanan di Intan Jaya.
| Demi Tembus Isolasi Udara, Polres Intan Jaya 'Mutilasi' Mobil Dinas Jadi 32 Bagian |
|
|---|
| Untuk Kebutuhan Rakyat, Politisi PSI Ini Minta Tambahan Anggaran Pengaspalan Lapter di Intan Jaya |
|
|---|
| Sempat Dikira Bagian dari Kelompok Separatis, Polres Nabire Pulangkan 4 Warga Intan Jaya |
|
|---|
| DPR Papua Tengah Siap Lawan Mafia Tiket Pesawat Penerbangan dari dan ke Intan Jaya |
|
|---|
| Mahasiswa Ancam Duduki Kantor Bupati dan DPRD Intan Jaya pada 13 Januari |
|
|---|