Jumat, 17 April 2026

Info Jayapura

Air Danau Sentani Terus Meluap, Warga Trauma Banjir Bandang 2019 Terulang 

Meluapnya air ini memicu kekhawatiran bagi warga pesisir, salah satunya Oktovianus Pepuho, warga Kampung Asei.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Air Danau Sentani Terus Meluap, Warga Trauma Banjir Bandang 2019 Terulang 
TribunPapuaTengah.com/Putri
DANAU SENTANI - Kondisi air Danau Sentani meluap di Dermaga Kalhkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. FOTO: PUTRI NURJANNAH KURITA 

Ringkasan Berita:
  • Debit air Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, terus meluap hingga merendam Dermaga Kalkhote dan permukiman warga pada Senin (6/4/2026). 
  • Luapan air yang terjadi sepekan terakhir ini memaksa warga Kampung Asei menggunakan perahu di atas jalan raya dan membangun jalur alternatif. 
  • Selain merusak sanitasi, kondisi ini memicu penurunan drastis pendapatan motoris perahu dan kekhawatiran trauma banjir bandang.

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, SENTANI - Debit air Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, terus meluap lebih dari sepekan terakhir. 

Luapan air danau tersebut bahkan merendam kawasan Dermaga Kalkhote, Distrik Sentani Timur, hingga menutupi jalur utama dan lokasi pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS).

Pantauan Tribun-Papua.com di lapangan, menunjukkan pemandangan yang tidak biasa.

Terlihat warga menggunakan perahu dayung hingga ke atas badan jalan raya.

Baca juga: 785 Personel Gabungan Siaga Ketat Kawal Aksi Demo di Nabire, Aktivitas Ekonomi Terpantau Lancar

Meluapnya air ini memicu kekhawatiran bagi warga pesisir, salah satunya Oktovianus Pepuho, warga Kampung Asei.

"Kami khawatir kejadian 2019 terulang kembali. Beberapa hari ini air terus naik, jangan sampai banjir bandang kembali melanda," ungkapnya, Senin (6/4/2026).

Dijelaskan Oktovianus,naiknya debit air telah mengubah pola aktivitas warga.

Perahu yang biasanya disandarkan di pelabuhan, kini harus didayung hingga ke pinggir jalan raya.

Baca juga: Agenda Kontradiktif, Pemuda dan Masyarakat Mimika Diingatkan Tidak Terprovokasi Aksi 7 April

Di Kampung Asei sendiri, warga mulai membangun jalan setapak di area perbukitan sebagai jalur alternatif untuk beraktivitas, termasuk akses menuju gereja.

"Jadi kalau ke gereja naik dari lapangan," ujarnya.

Sementara itu, menurut Oktovianus untuk mengakses air bersih tidak menjadi persoalan.

"Karena sebagian rumah warga sudah tersambung dengan pipa-pipa air tetapi ada juga yang mengambil ambil dari mata air kemudian ditarik dari tangki," bebernya.

Selain mengancam pemukiman, luapan air mulai merusak fasilitas sanitasi.

Beberapa jambatan milik warga terendam dan tidak dapat digunakan lagi.

Baca juga: Sikapi Isu Demo 7 April 2026, Srikandi PDIP Ini Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Kabupaten Nabire

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved