Info Papua
Dituduh Simpan Sabu, Ketua Partai Garuda Jayapura Diduga Dianiaya Oknum Polisi
Tanpa menunjukkan surat perintah atau prosedur yang jelas, oknum Polisi tersebut langsung mengacak-acak kediaman korban di hadapan para tetangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/17-Juni-2026-usmmama.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ketua DPC Partai Garuda Jayapura, Usman, diduga menjadi korban salah tangkap dan penganiayaan oleh dua oknum Polda Papua, Aiptu Y dan Brigpol MJA.
- Rumah korban digeledah tanpa surat perintah atas tuduhan palsu kepemilikan sabu.
- Usman disekap, dipukul, dan diancam ditembak.
- Korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Papua, dan pihak Bidpropam kini tengah memeriksa intensif kedua oknum tersebut.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA – Dugaan aksi salah tangkap dan penganiayaan brutal oleh oknum Polisi kembali mencoreng institusi Korps Bhayangkara di Papua.
Kali ini, Ketua DPC Partai Garuda Kota Jayapura, Usman, diduga menjadi korban kekerasan fisik setelah dipaksa mengakui kepemilikan narkotika jenis sabu yang tidak pernah ia miliki.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 00.00 WIT.
Baca juga: Peringatan bagi ASN Pemkab Nabire, Boleh Nobar Piala Dunia 2026 Tapi Tidak Boleh Tinggalkan Tugas
Dua oknum anggota Kepolisian Daerah (Polda) Papua tiba-tiba mendatangi dan merangsek masuk ke rumah Usman di Jalan Menara Jaya, Ardipura, Kota Jayapura, Papua.
Tanpa menunjukkan surat perintah atau prosedur yang jelas, oknum Polisi tersebut langsung mengacak-acak kediaman korban di hadapan para tetangga.
Meski penggeledahan selama 30 menit tersebut nihil barang bukti, intimidasi terhadap Usman justru makin menjadi-jadi.
Baca juga: Tawarkan Budaya dan Alam Papua, Festival Biak Munara Wampasi 2026 Siap Pikat Wisatawan
Usman digelandang ke sebuah kantor di kawasan Dok V untuk menjalani interogasi lanjutan secara paksa.
Di lokasi tersebut, Usman disekap dan dipukuli menggunakan tangan kosong serta balok kayu karena tetap menolak tuduhan palsu tersebut.
Baca juga: Spanyol Gagal Petik Poin Lawan Tanjung Verde, Barista Asal Nabire ini Tetap Optimis
Usman bahkan menerima ancaman pembunuhan dari oknum aparat yang memeriksa dirinya.
“Saat diinterogasi, saya tidak mengaku maka mereka terus melakukan pemukulan ke kepala dan badan saya. Bahkan dua oknum polisi itu juga sempat mengancam jika saya tetap tidak mau mengaku, saya akan dibawa ke Koya untuk ditembak,” ungkap Usman saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).
Akibat penganiayaan itu, Usman mengalami luka robek serius dan memar di sekujur tubuh sebelum akhirnya dilepaskan tanpa status hukum pada Rabu (10/6/2026) sore.
Baca juga: Berebut Tiket Istana Negara, 6 Pelajar Terbaik Papua Barat Daya Ikut Seleksi Paskibraka Nasional
Tidak terima atas perlakuan sewenang-wenang tersebut, Usman resmi melaporkan kasus ini ke Polda Papua dengan Nomor: LP/B/77/VI/2026/SPKT/POLDAPAPUA atas dugaan tindak pidana pengeroyokan.
Ia juga telah mengantongi hasil visum medis sebagai bukti otentik di pengadilan.
Baca juga: Baznas Sorong Selatan Salurkan Sembako Muharam bagi Mustahik, Sasaran Wilayah Imekko
Merespons laporan panas tersebut, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menegaskan bahwa pihaknya kini tengah memeriksa intensif dua oknum anggota yang terlibat, yakni Aiptu Y dan Brigpol MJA melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).
“Polda Papua berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjamin setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti secara profesional dan objektif," tegas Cahyo.
"Apabila ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota, maka akan diproses sesuai aturan hukum dan kode etik profesi Polri," tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com
TribunPapuaTengah.com
Polda Papua
narkoba
Kota Jayapura
kekerasan oknum aparat di Papua
Partai Garuda
Cahyo Sukarnito
| Konflik Internal PPP Pusat, Freny Anouw Larang Kader Papua Tengah Gelar Agenda Partai |
|
|---|
| Tokoh dari Papua Pegunungan Ini Gerakkan Pemuda Kawal Pembangunan Daerah |
|
|---|
| Ekowisata Merauke Jadi Kunci Kesejahteraan dan Kedamaian |
|
|---|
| Pasca-kenaikan Harga Pertamax, Gubernur Papua Perketat Pengawasan Cegah Penimbunan BBM |
|
|---|
| Dewan Adat Pegunungan Bintang Perketat Penjagaan Kamtibmas Demi Redam Provokasi |
|
|---|