Senin, 18 Mei 2026

Info Pasar

Saat Stok Ternak di Mimika Kembali Melimpah, Harga Daging Babi Turun ke Rp150 Ribu Per Kg

Setelah sempat melonjak hingga Rp180 ribu per kg, kini harga komoditas tersebut di Pasar Sentral Mimika menyentuh Rp150 ribu.

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Saat Stok Ternak di Mimika Kembali Melimpah, Harga Daging Babi Turun ke Rp150 Ribu Per Kg
Tribunnews.com/Feronike Rumere
HARGA DAGING BABI- Suasana Pedagang daging babi di lapak daging babi, sedang melayani pembeli, di Pasar Sentral Mimika, Jalan Hasanudin, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (27/12/2025) Foto; Tribun- PapuaTengah. co. /Feronike Rumere. 
Ringkasan Berita:
  • Harga daging babi di Pasar Sentral Mimika kembali normal menjadi Rp150 ribu per kilogram setelah sempat melonjak ke angka Rp180 ribu.
  •  Penurunan ini dipicu oleh pulihnya stok ternak lokal pascaserangan hama dan berakhirnya puncak permintaan Natal. 
  • Meski harga daging stabil, pedagang mengeluhkan kenaikan harga pakan konsentrat yang kini mencapai Rp600 ribu per karung ukuran 50 kilogram.

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Konsumen di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini dapat bernapas lega karena harga daging babi yang sempat melambung tinggi mulai bergerak turun menuju angka normal.

Setelah sempat melonjak hingga Rp180 ribu per kg, kini harga komoditas tersebut di Pasar Sentral Mimika menyentuh Rp150 ribu.

Penurunan harga dipicu oleh pulihnya populasi ternak babi milik peternak lokal pascaserangan hama beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ketua DPRK Yahukimo Tangkis Tudingan Arogan: Sidang Paripurna Bukan Forum Dialog atau Hearing

Pedagang daging di Pasar Baru, Ibu Amos, mengatakan irisan daging seberat 7 hingga 8 ons dijualnya dengan harga tetap Rp100 ribu per potong.

"Untuk daging bagian paha denfan pembelian skala besar atau 10 kilogram kami juga seharga Rp1,5 juta," ucapnya kepada Tribun-PapuaTengah.com, Sabtu (27/12/2025)..

Ibu Amos menerangkan bahwa tingginya minat belanja masyarakat saat perayaan Natal sebelumnya sempat memicu fluktuasi harga di tingkat pedagang.

"Jadi banyak peternak yang mulai memasok kembali daging babi sehingga membuat persediaan di pasar kini melimpah," akunya. 

Baca juga: Pesan Damai dari Pulau Terluar Papua: Kepala Kampung Liki Sarmi Ajak Warga Jaga Persatuan

Meskipun harga daging turun, para peternak mengeluhkan kenaikan harga pakan konsentrat di tingkat distributor.

Harga pakan ukuran 50 kilogram yang semula Rp500 ribu kini melonjak menjadi Rp600 ribu per karung.

Biaya operasional peternakan membengkak seiring dengan peningkatan jumlah populasi ternak yang harus diberi makan setiap hari.

"Kami berharap pemerintah daerah dapat mengontrol harga pakan agar harga daging tetap terjangkau oleh masyarakat," tandas Ibu Amos. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved