Aksi Blokade Jalan di Timika
Kapolres Mimika: Pelaku yang Memanah Anggota Brimob Bakal Ditindak Tegas
"Kami disini untuk masyarakat melakukan pengamanan sehingga tidak terjadi masalah. Masyarakat jangan terprovokasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/kapolres-mimika-28.jpg)
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Sekelompok warga di Timika, Papua Tengah melakukan aksi blokade di ruas Jalan Ahmad Yani sejak pagi hingga malam hari, Rabu (28/1/2026).
Akasi blokade jalan tersebut dipicu adanya penemuan mayat seorang pria dengan kondisi mengenaskan.
Korban ditemukan dengan luka disekujur tubuh hingga terdapat ada luka tusukan benda tajam.
Baca juga: Anggota Brimob di Timika Terkena Panah Wayar Saat Amankan Aksi Blokade Jalan
Tak terima, warga spontan melakukan aksi blokade jalan. Aktivitas jalan tersebut lumpuh total karena warga mealukan pembakaran ban bekas.
Melihat kondisi tersebut aparat gabungan langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk mengamankan kedua belah pihak terlibat pertikaian.
Saat pengamanan diketahui sekelompok warga menyerang anggota dengan melemparkan batu.
Polisi kemudia melakukan tembakan peringatan hingga tembakan ga air mata untuk membubarkan masa.
Kericuhan tersebut membuat dua personel brimob mengalami luka akibat terkena panah wayar.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, situasi saat ini sudah mulai kondusif sejak tadi ada sedikit gesekan.
Baca juga: Kasus Penikaman, Warga Tutup Akses Jalan Ahmad Yani Timika: Arus Lalulintas Sejak Pagi Lumpuh Total
"Kami disini untuk masyarakat melakukan pengamanan sehingga tidak terjadi masalah. Masyarakat jangan terprovokasi apalagi menyerang aparat," katanya.
Ia membenarkan kalau ada dua personel brimob terkena panah wayar saat melakukan pengamanan.
"Mohon bantuan kepada masyarakat agar tetap mempercayai aparat untuk mengungkap pelaku pembunuhan," ungkapnya.
Baca juga: Papua Tengah Raih UHC Award 2026, Wagub Ungkap Tiga Pilar Keberhasilan Kesehatan
Lanjutnya, masyarakat menyerang aparat merupakan musuh negara sehingga tentu akan diberikan tindakan tegas.
"Kami akan berikan tindakan tegas pelaku yang melukai aparat saat melakukan pengamanan. Kami akan cari dan proses," ujarnya.
Kapolres mengatakan, pengamanan akan dilakukan hingga situasi benar-benar kondusif.
"Upaya koordinasi dengan korban juga telah dilakukan. Saat ini kami memeriksa satu orang," pungkasnya. (*)