Program MBG di Papua Tengah
Kepsek SMP Negeri 2 Mimika: MBG Ringankan Beban Guru dan Dukung Gizi Siswa Meski Banyak yang Tolak
"Biasanya guru harus keluar membeli makan siang. Dengan adanya MBG, mereka tidak perlu lagi.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/mbg-di-timika-29.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan di sekolah-sekolah masih menuai pro dan kontra dari orang tua siswa.
Ada yang menerima, namun tak sedikit pula menyatakan penolakan.
Hal tersebut juga terjadi di SMP Negeri 2 Mimika.
Baca juga: Dibayangi Ketakutan: Ini Tangis Pilu Sopir Lintas Nabire-Paniai Saat Mengais Rezeki
Tercatat sebanyak 50 orang tua siswa masih menolak pelaksanaan program MBG.
Penolakan umumnya dilatarbelakangi kekhawatiran terkait keamanan makanan, terutama isu keracunan sempat diberitakan di televisi.
Kepala SMP Negeri 2 Mimika, Oktovina Hesti Tahena mengatakan, meskipun sebagian orang tua menyatakan keberatan, para siswa tetap mengikuti program tersebut setelah melihat teman-temannya menikmati menu disajikan.
"Awalnya orang tua khawatir, tapi setelah anak-anak melihat teman-temannya suka dengan menu yang disajikan karena menarik dan enak, akhirnya mereka ikut makan juga,"ujarnya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan, pihak sekolah telah memberikan penjelasan kepada orang tua bahwa makanan MBG juga dikonsumsi oleh para guru, termasuk dirinya sendiri.
"Sewaktu rapat, saya sampaikan ke orang tua bahwa guru juga makan. Kalau ada apa-apa, guru juga kena, bukan hanya siswa. Saya juga makan,"tegasnya.
Baca juga: Gurita Bisnis Pongky Majaya: Owner Maskapai Smart Air yang Berani Borong 4 Unit Cesna Tunai Rp400 M
Oktovina menjelaskan, pada tahun 2026 program MBG tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga pegawai dan guru. Total penerima manfaat di SMP Negeri 2 Mimika mencapai 1.146 siswa serta 70 pegawai dan guru.
Menurutnya, para guru menyambut baik program tersebut. Selain membantu pemenuhan gizi, MBG juga dinilai meringankan beban pengeluaran guru.
"Biasanya guru harus keluar membeli makan siang. Dengan adanya MBG, mereka tidak perlu lagi. Kita bisa makan bersama di sekolah dengan siswa,"tambahnya.
Baca juga: Profil SMART AIR: Pesawat Perintis Penembus Pedalaman Papua-Kalimantan yang Kini Miliki 35 Armada
Lebih lanjut, Oktovina menyampaikan pihak sekolah berencana mengusulkan agar menu MBG ke depan memanfaatkan pangan lokal setidaknya sekali dalam sepekan. Namun saat ini, fokus utama sekolah adalah memastikan kualitas dan kebersihan makanan.
"Yang paling penting sekarang makanan harus sehat dan bersih supaya kerja sama ini tetap berjalan. Kalau ada apa-apa, saya berhak menghentikan program ini karena saya bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak,"pungkasnya. (*)
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
Kabupaten Mimika
Info Mimika
SMP Negeri 2 Mimika
SMP Negeri 2
| Program MBG Mangkrak di Sejumlah Sekolah, Wabup Mimika: Segera Diselidiki dan 18 SPPG Dievaluasi |
|
|---|
| BGN Nabire Distribusikan Paket MBG Kering untuk Siswa Selama Libur Idul Fitri |
|
|---|
| Tinjau 11 Dapur Gizi Nabire, Danrem 173/PVB Pastikan Menu MBG Standar Kesehatan Nasional |
|
|---|
| Lebih dari 3.000 Siswa di Mimika Nikmati MBG, Pemkab Siapkan Dapur Sehat dan Libatkan Sekolah |
|
|---|
| MBG di Mimika Perdana Dilakukan SD Inpres Nawaripi Distrik Wania |
|
|---|