Selasa, 19 Mei 2026

YPMAK

Anggaran Dipangkas 15 Persen, YPMAK Fokus Program Prioritas dan Pengembangan Kopi di Highland

“Kita lihat di Timika usaha kopi sudah sangat banyak, tetapi pengusaha asli masih belum banyak terlibat.

Tayang:
zoom-inlihat foto Anggaran Dipangkas 15 Persen, YPMAK Fokus Program Prioritas dan Pengembangan Kopi di Highland
Tribunnews.com/Feronike Rumere
Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka, saat memberi sambutan pada acara syukuran lepas sambut tahun 2025-2026 di Pelabuhan YPMAK Pomako, Mimika, Papua Tengah, (Jumat (30/1/2026). YPMAK Tetap Fokus Program Prioritas Meski Anggaran Dipangkas 15 Persen, Dorong Pengembangan Kopi Highland. 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan sejumlah program prioritas meskipun menghadapi pemangkasan anggaran hingga 15 persen akibat kondisi PT Freeport Indonesia.

Baca juga: YPMAK Ibadah Syukur Lepas Sambut Tahun 2025-2026 di Pomako, Ini yang Disampaikan Leonardus Tumuka

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, mengatakan sepanjang tahun lalu YPMAK telah mencatat berbagai pencapaian besar.

Karena itu, kedepan dibutuhkan kerja sama yang semakin kuat untuk mewujudkan program-program strategis telah direncanakan.

“Berdasarkan hasil diskusi di tingkat direksi, kita tetap fokus pada beberapa program prioritas meskipun ada pemangkasan anggaran sekitar 15 persen karena situasi PT Freeport,” ujar Leonardus di Pelabuhan YPMAK Pomako, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (30/1/2026). 

Ia berharap kondisi PT Freeport Indonesia dapat segera pulih sehingga dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat bisa kembali maksimal.

“Kita sama-sama berharap situasi PT Freeport bisa pulih agar dukungannya lebih maksimal lagi ke depan,” katanya.

Leonardus menjelaskan, salah satu target utama YPMAK pada tahun ini (2026) adalah pengembangan komoditas kopi di wilayah pegunungan (highland). 

Baca juga: Jadi Pelopor Keselamatan Lalulintas, Dirlantas Polda Papua Tengah Rangkul Komunitas Ojek Nabire

Kopi hingland Amugme Kamoro di tanam petani lokal di ketinggian 1.400 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Leonardus menjelaskan, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat asli, khususnya suku Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya.

“Kita lihat di Timika usaha kopi sudah sangat banyak, tetapi pengusaha asli masih belum banyak terlibat. Tahun ini (2026) kita dorong supaya pengusaha asli bisa masuk dan memanfaatkan potensi kopi highland,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Program Penyediaan Sarana Air Bersih Sampai ke Perbatasan Papua

Diwilayah dataran tinggi Timika (hingland) menetap masyarakat asli di tempat lembah utama masyarakat Amugme (Hoya, Singa, Waa/Ganti, dan Arwanop). 

Menurut Leonardus, meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi menjadi momentum penting yang tidak boleh dilewatkan.

“Sekarang orang senang kopi. Sayang kalau momentum ini kita lewatkan tanpa mendorong masyarakat kita untuk berusaha,” pungkasnya.(*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved