YPMAK
YPMAK-PT Dorei Latih Warga Kamoro Mimika Olah Kelapa Jadi Minyak Kelapa dan VCO Berstandar Ekspor
Pendekatan ini dipilih agar masyarakat pesisir dapat berproduksi secara mandiri tanpa ketergantungan pada mesin industri yang mahal dan rumit.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/26-Februari-2026-Buat-VCO.jpg)
Ringkasan Berita:
- YPMAK menggandeng PT Dorei Kelapa Mandiri untuk melatih warga Kamoro di wilayah pesisir Mimika mengolah kelapa menjadi Minyak Goreng dan Virgin Coconut Oil (VCO).
- Program ini bertujuan mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi menggunakan teknologi tepat guna.
- Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mandiri secara ekonomi dan meningkatkan standar kesehatan.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Potensi kelapa yang melimpah di sepanjang pesisir Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini tidak lagi sekadar menjadi komoditas mentah yang dijual dengan harga murah.
Sebab itu, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) mulai menggerakkan hilirisasi produk lokal melalui pelatihan produksi Minyak Goreng Kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Mimika, sejak Rabu (25/2/2026) hingga Sabtu (28/2/2026) ini menyasar warga dari Kampung Uta, wilayah Kokonao, dan Timika.
Dalam pelatihan ini, YPMAK menggandeng PT Dorei Kelapa Mandiri sebagai instruktur teknis untuk mentransfer keterampilan pengolahan kelapa berbasis teknologi tepat guna.
Program strategis pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga suku Kamoro.
Baca juga: HIPMI Papua Tengah: Kepemimpinan Nawipa-Geley Berhasil Pacu Ekonomi dan Sektor Riil Daerah
Pendekatan ini dipilih agar masyarakat pesisir dapat berproduksi secara mandiri tanpa ketergantungan pada mesin industri yang mahal dan rumit.
Direktur PT Dorei Kelapa Mandiri, Diah Mamoribo, menegaskan bahwa kelapa merupakan anugerah alam Papua yang selama ini belum tergarap optimal.
Menurutnya, perubahan cara pandang dari menjual bahan mentah menjadi produk olahan akan berdampak langsung pada pendapatan keluarga.
Diah pun memastikan bahwa teknologi yang diajarkan tetap mengedepankan standar higienis dan konsistensi kualitas produk.
"Kami ingin membekali peserta dengan keterampilan praktis agar kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi," ujar Dia di sela kegiatan.
Baca juga: Kabar Duka, Tokoh Pemuda Amungme Alex Omaleng Meninggal Dunia
Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki nilai penting karena mentor yang dihadirkan adalah pelaku usaha asli Papua yang telah menembus pasar internasional.
Kehadiran praktisi ekspor diharapkan mampu memotivasi peserta untuk melihat peluang pasar yang lebih luas di luar wilayah Timika.
TribunPapuaTengah.com
YPMAK
PT Freeport Indonesia (PTFI)
Suku Kamoro
Kabupaten Mimika
minyak kelapa
PT Dorei Kelapa Mandiri
Leonardus Tumuka
| Program Kampung Sehat di Kampung Aindua Dinilai Sangat Membantu, Warga Diminta Manfaatkan Layanan |
|
|---|
| YPMAK Bentuk Pokja Kampung Aindua, Dorong Ekonomi Berbasis Kerja |
|
|---|
| Momen Hardiknas 2026 di SATP, Generasi Emas Papua Perlu Diselamatkan |
|
|---|
| YPMAK Kunjungi Kampung Aindua, Monitoring Program Kampung Sehat |
|
|---|
| Keberadaan Kampung Sehat di Ararau Dinilai Efektif, Warga Rasakan Manfaat Layanan YPMAK |
|
|---|