Kamis, 23 April 2026

Kabupaten Mimika

Kecewa Atas Rolling Jabatan Dilakukan Bupati Mimika, Forum Peduli ASN Lakukan Demo

“Saya sangat kecewa atas keputusan rolling yang diambil oleh Bupati Mimika,” katanya saat diwawancarai di Bundaran Timika Indah, Jumat (13/3/2026).

Tayang:
zoom-inlihat foto Kecewa Atas Rolling Jabatan Dilakukan Bupati Mimika, Forum Peduli ASN Lakukan Demo
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
AKSI PROTES- Aksi protes oleh massa aksi dinamakan Forum Peduli ASN Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA-  Aksi protes oleh massa aksi yang dinamakan Forum Peduli ASN Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyusul kebijakan rolling jabatan dilakukan oleh Bupati Mimika beberapa waktu lalu.

Ketua Koordinator Lapangan (Korlap), Hellois Kemong menyatakan, kekecewaan mendalam atas kebijakan tersebut.

Baca juga: Perketat Pengawasan Distribusi Pangan Jelang Idul Fitri, Kapolda: Jangan Coba-Coba Bermain Harga

“Saya sangat kecewa atas keputusan rolling yang diambil oleh Bupati Mimika,” katanya saat diwawancarai di Bundaran Timika Indah, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, proses rolling jabatan dinilai tidak mencerminkan semangat keberpihakan terhadap Orang Asli Papua (OAP), khususnya bagi putra daerah.

"Saya sebagai anak muda, anak Timika, anak Amungme, merasa kecewa dengan apa y dilakukan Pak Bupati terkait Rolling ini. Kami menuntut afirmasi khusus bagi orang asli Papua, ini adalah amanah Undang-Undang Otonomi Khusus," tegasnya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa dalam rotasi jabatan tersebut, posisi strategis justru banyak diisi oleh individu dari luar Papua.

Padahal, menurutnya, semangat Otonomi Khusus adalah untuk mensejahterakan dan memberikan ruang bagi OAP di tanah kelahirannya sendiri.

"Kami orang Amungme dan Kamoro tidak punya tempat di mana-mana, kami hanya punya Kabupaten Mimika. Amanah undang-undang itu untuk mensejahterakan orang asli Papua, khususnya anak daerah," tambahnya.

Baca juga: Hujan Deras dan Lapangan Becek, Laga Persemi Mimika Lawan Persido Dogiyai Ditunda

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya melihat dampak sosial dari kebijakan yang diambil.

"Saya melihat video seorang ibu menangis. Saya dilahirkan oleh seorang ibu, saya merasa sedih," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, selanjutnya massa aksi yang saat ini berkumpul di Bundaran Timika Indah menyatakan akan bergerak menuju Kantor Bupati Mimika.  (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved