Kabupaten Mimika
Soal WFH dan Efisiensi BBM, Bupati Mimika: Belum Ada Instruksi dari Pusat
“Kalau sampai saat ini belum ada info kenaikan harga. Di antara sesama penjual juga masih normal. Memang ada kabar
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/p3k-kabupaten-mimika.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bupati Mimika menyebut belum ada kebijakan resmi terkait WFH maupun efisiensi BBM dari pemerintah pusat.
- Stok BBM di Mimika dipastikan aman hingga 12 hari ke depan dan akan kembali disuplai awal April 2026. Harga BBM eceran di lapangan juga masih terpantau stabil, dan masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
RIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Bupati Mimika, Johannes Rettob memastikan hingga kini belum ada instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait penerapan Work From Home (WFH).
Ia juga menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Mimika masih aman dan diperkirakan cukup untuk 12 hari ke depan.
Lanjutnya, hingga saat ini belum ada instruksi resmi dari pemerintah pusat.
Baca juga: Sampah Menggunung: DLH Kabupaten Jayapura Keluhkan Solar, Manager SPBU Hawai Bantah Stok Kosong
Pemerintah daerah belum menerima surat edaran maupun kebijakan terbaru terkait pengaturan BBM, termasuk kebijakan efisiensi yang sempat disampaikan di tingkat kementerian.
“Belum ada instruksi atau surat edaran sampai hari ini. Memang di kementerian ada penyampaian terkait kebijakan efisiensi, seperti work from anywhere (WFA), tetapi itu belum sampai ke pemerintah daerah,” ujarnya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi tersebut dilakukan pemerintah pusat sebagai salah satu upaya penghematan penggunaan bahan bakar.
“Kalau di pemerintah pusat mereka melakukan efisiensi, salah satunya bekerja dari rumah untuk menghemat bahan bakar,” jelasnya.
Terkait ketersediaan BBM di wilayah Mimika, Johannes memastikan stok masih dalam kondisi aman untuk beberapa hari ke depan.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta pihak Pertamina guna memastikan ketersediaan BBM, baik avtur, minyak tanah, bensin, maupun solar.
“Saya sudah cek ke Kepala Dinas Perindag dan Pertamina, stok BBM kita masih aman untuk sekitar 12 hari ke depan. Dalam pengertian stok yang ada saat ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan pasokan BBM tambahan akan kembali masuk pada awal April 2026.
Baca juga: Sisa Kuota Diskon Tiket Kapal Pelni 30 Persen Menipis, Berlaku Sampai 5 April 2026
“Nanti tanggal 1 April sudah masuk lagi. Ini kan dihitung berdasarkan kuota yang masuk, jadi kuota kita masih aman. Tinggal menunggu kapal masuk untuk distribusi berikutnya,” tandasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan BBM di Mimika masih terkendali.
Sementara itu, dari pantauan TribunPapuaTengah. com, Pukul 11.36 WIT. Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah kios eceran di Jalan Hasanudin masih terpantau normal dan belum mengalami kenaikan.
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
Kabupaten Mimika
antrean BBM
Antrian BBM di Timika
mafia BBM
BBM subsidi
penyelewengan BBM
syarat pengisian BBM subsidi
Bupati Mimika Johannes Rettob
Johannes Rettob
Work From Home
| Bupati Mimika: Kami Akan Sektor Olahraga dari Distrik Sampai ke Kampung |
|
|---|
| DPMK Mimika Gandeng Wahana Visi Indonesia Bahas Project Pasti Papua Susun Perbup Posyandu |
|
|---|
| Fokus Perbarui Data OAP Wilayah Pesisir dan Pegunungan, Disdukcapil Mimika Jemput Bola |
|
|---|
| Rencana Pembangunan Gedung Baru Mall Pelayanan Publik di Mimika Akan Menghabiskan Dana Rp28 Miliar |
|
|---|
| Kormi Kabupaten Mimika Ajak Warga Ramaikan Car Free Day |
|
|---|