Rabu, 29 April 2026

Hari Raya Nyepi di Papua Tengah

Momen Perayaan Nyepi 1948 di Mimika, PHDI Ajak Umat Hidup Rukun dan Saling Menghargai

Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, serta masyarakat lintas agama. 

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Momen Perayaan Nyepi 1948 di Mimika, PHDI Ajak Umat Hidup Rukun dan Saling Menghargai
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
HARI RAYA NYEPI - Suasana upacara Tawur Agung Kesanga dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar umat Hindu di Lapangan Pasar Lama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. PHDI Mimika mengajak seluruh umat manusia hidup rukun dan saling menghargai. Foto: Tribun-PapuaTengah.com/Feronike Rumere. 

Ringkasan Berita:
  • Umat Hindu di Kabupaten Mimika Papua Tengah merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang dipusatkan di Lapangan Pasar Lama, Timika, Mimika, Kamis (19/3/2026)
  • Ketua PHDI Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Nyepi dengan penuh kebersamaan. 
  • Setiap perayaan Hari Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api (amati geni) hingga  menikmati hiburan (amati lelanguan).

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA – Seluruh umat Hindu di Kabupaten Mimika Papua Tengah merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Lapangan Pasar Lama, Timika, Mimika, Kamis (19/3/2026)

Sebagai rangkaian dari Perayaan Nyepi dilakukan Upacara Tawur Agung Kesanga.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Mimika.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, serta masyarakat lintas agama. 

Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan di Kabupaten Mimika.

Baca juga: Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Harga Sejumlah Komoditi di Pasar Sentral Timika Naik 

Ketua PHDI Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Nyepi dengan penuh kebersamaan. 

"Terima kasih kepada para pejabat daerah dan seluruh undangan yang hadir dalam kegiatan ini," ucap I Nyoman dalam sambutannya.

I Nyoman menjelaskan bahwa perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema Wasudewa Kutumbakam yang berarti “satu bumi, satu keluarga”.

Tema tersebut mengandung makna bahwa seluruh umat manusia adalah satu kesatuan yang harus hidup rukun dan saling menghargai.

"Jadi nilai tersebut sejalan dengan konsep Tat Twam Asi, yang mengajarkan bahwa “aku adalah kamu dan kamu adalah aku”, serta selaras dengan semangat “Mimika Harmoni” yang selama ini digaungkan pemerintah daerah," jelas I Nyoman.

Baca juga: Tradisi Ziarah Jelang Idul Fitri 2026: Ratusan Umat Muslim Nabire Padati TPU Islam Sanusi

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup melalui konsep Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Nilai-nilai ini menjadi landasan utama dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Diketahui setiap perayaan Hari Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), serta tidak menikmati hiburan (amati lelanguan).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved