Kamis, 4 Juni 2026

Paskah 2026

Jumat Agung 2026, Momentum Refleksi dan Penguatan Iman Umat Kristiani

“Namun, karena Yesus telah mati dan menebus dosa kita, maka kita harus melakukan kehendak Tuhan dan mengajarkan

Tayang:
zoom-inlihat foto Jumat Agung 2026, Momentum Refleksi dan Penguatan Iman Umat Kristiani
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
JUMAT AGUNG- Nampak Jemaat GKI Imanuel Tengah beribadah Jumat Agung, di Jalan WR Supratman, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (3/4/2026). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Umat Kristiani di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengikuti ibadah Jumat Agung dengan penuh khidmat pada Jumat (3/4/2026).

Pantauan Tribun-PapuaTengah.com, sejumlah gereja di wilayah Timika dipadati jemaat sejak pagi hari. Salah satunya di Gereja Torsina, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika telah melaksanakan ibadah sejak pukul 04.30 WIT.

Di berbagai gereja, jemaat tampak hadir bersama keluarga dan mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk.

Baca juga: Anggota KKB Pelaku Penembakan Jenderal Tito Karnavian Saat Jabat Kapolda Papua di Lumpuhkan 

Lagu-lagu rohani dinyanyikan dengan penuh penghayatan, diiringi doa serta renungan tentang pengorbanan Yesus Kristus.

Hal serupa juga terlihat di GKI Imanuel, Jalan WR Supratman, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Sebagian besar jemaat mengenakan busana hitam sebagai simbol penghayatan atas wafatnya Yesus Kristus.

Ibadah di GKI Imanuel berlangsung pada pukul 09.00 hingga 11.30 WIT.

Suasana ibadah berlangsung tertib dan hening, mengenang wafatnya Yesus di kayu salib.

Perayaan Jumat Agung dan Paskah tahun ini mengusung tema besar, “Yesus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 5:17).

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Yolanda Olga Sopaheluwakan, SAg dengan khotbah yang diambil dari Injil Markus 15:20b-32 tentang penyaliban Yesus dan Markus 15:33-41 tentang kematian-Nya.

Dalam khotbahnya, Pdt Olga menyampaikan bahwa manusia tidak dapat hidup berkompromi dengan dosa. Ia menegaskan bahwa setiap perbuatan dosa memiliki konsekuensi, yakni maut.

Ia menegaskan bahwa pengorbanan Yesus harus menjadi dasar perubahan hidup setiap orang percaya untuk hidup dalam kebenaran dan kasih.

Baca juga: Berlabuh di Timika, Penumpang KM Tatamailau Kedapatan Membawa Ratusan Liter Miras Jenis Sopi

Selain itu, jemaat juga diingatkan untuk menanamkan nilai-nilai iman kepada generasi muda, agar tetap hidup dalam takut akan Tuhan di tengah perkembangan zaman.

“Namun, karena Yesus telah mati dan menebus dosa kita, maka kita harus melakukan kehendak Tuhan dan mengajarkan kebenaran firman kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved