Rabu, 13 Mei 2026

Paskah 2026

Misa Jumat Agung di Gereja Santo Stefanus Sempan, Ini Pesan Pastor Broery, OFM 

"Kita bisa bayangkan betapa beratnya Yesus berjuang sorang diri melewati kisah sengsara itu. Yesus dianggap tidak berguna

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Misa Jumat Agung di Gereja Santo Stefanus Sempan, Ini Pesan Pastor Broery, OFM 
TribunPapuaTengah.com/Marselinus Labu Lela
JUMAT AGUNG- Ibadat Jumat Agung di Paroki St. Stefanus Sempan Timika berlangsung sukacita, (3/4/2026). Nampak umat saat melakukan cium salib Yesus. 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Ibadat Jumat Agung di Paroki St. Stefanus Sempan Timika berlangsung sukacita, (3/4/2026).

Misa Jumat Agung di gereja paroki ini dipimpin oleh Pastor Broery, OFM.

Baca juga: Jumat Agung 2026, Momentum Refleksi dan Penguatan Iman Umat Kristiani

Meski cuaca curah hujan, antusias umat tetap memadati ruangan didalam dan luar gereja.

Nampak ada warga rela mandi hujan, bahkan ada juga yang menggunakan payung.  

Prosesi cium salib merupakan momen ditunggu-tunggu umat.

Pastor Broery, OFM dalam homilinya mengatakan, kematian Yesus telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya seperti dalam bacaan.

Orang benar diperlakukan sama sekali tidak adil dan digolongkan sebagai pemberontak.

"Kita bisa bayangkan betapa beratnya Yesus berjuang sorang diri melewati kisah sengsara itu. Yesus dianggap tidak berguna maka, penyaliban sudah merupakan hal paling tepat," ujarnya.

Baca juga: Anggota KKB Pelaku Penembakan Jenderal Tito Karnavian Saat Jabat Kapolda Papua di Lumpuhkan 

Lanjutnya, Yesus menjadi korban ketidak adilan dan setia memikul salib hingga wafat di kayu salib.

"Semuanya demi kita, Dia diam karena Dia mengasihi kita. Perlakukan keji tidak mengurangi cintanya kepada kita," ungkapnya.

Pastor mengatakan, umat bangga dengan salib bukan karena kengerian salib melainkan karena cinta-Nya yang luar biasa.

Baca juga: Berlabuh di Timika, Penumpang KM Tatamailau Kedapatan Membawa Ratusan Liter Miras Jenis Sopi

"Dari sifat Yesus ini kita belajar memandang orang lain di mana, kadang-kadang kata-kata dan cibiran menyakiti sesama," katanya.

Ia menjelaskan, Yesus mengatakan, cintailah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri dan Yesus menghayatinya sampai mati," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved