Minggu, 3 Mei 2026

YPMAK

Program Kampung Sehat di Kampung Aindua Dinilai Sangat Membantu, Warga Diminta Manfaatkan Layanan

“Kalau ada warga sakit darurat, bahkan tengah malam pun tim tetap melayani kami dengan baik,” ungkap Teresia penuh syukur, Sabtu (2/5/2026).

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Program Kampung Sehat di Kampung Aindua Dinilai Sangat Membantu, Warga Diminta Manfaatkan Layanan
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
YPMAK - Tim Divisi Monev Kesehatan YPMAK bersama petugas Kampung Sehat, di Basecamp Kampung Sehat Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (02/5/2026). Program Kampung Sehat di Aindua Dinilai Bantu Pelayanan, Warga Diminta Manfaatkan Layanan. Foto: Tribun- PapuaTengah. com/Feronike Rumere. 
Ringkasan Berita:
  • Program Kampung Sehat YPMAK di Aindua, Mimika, mendapat apresiasi tinggi karena berhasil memberikan akses medis 24 jam bagi warga pesisir. 
  • Meski tenaga terbatas dan sistem rotasi dilakukan per tiga bulan, petugas tetap aktif menangani ISPA hingga diare. 
  • Program ini hadir sebagai mitra pemerintah untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan cepat.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Senyum haru terpancar dari wajah Teresia Kamkaulah,  warga Kampung Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat menceritakan kehadiran tim medis di wilayahnya.

Pasalnya bagi masyarakat pesisir Mimika, akses kesehatan seringkali menjadi barang mewah yang sulit dijangkau karena kendala geografis. 

Namun, melalui Program Kampung Sehat yang diinisiasi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), sekat-sekat isolasi layanan kesehatan tersebut mulai runtuh.

Manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh Teresia Kamkaulah dalam kehidupan sehari-hari.

Ia pun mengapresiasi dedikasi para suster yang tetap bersedia melayani meski panggilan darurat datang di tengah malam.

Baca juga: YPMAK Bentuk Pokja Kampung Aindua, Dorong Ekonomi Berbasis Kerja

Keramahan dan kejelasan informasi mengenai dosis obat membuat warga merasa tenang dan diperhatikan.

“Kalau ada warga sakit darurat, bahkan tengah malam pun tim tetap melayani kami dengan baik,” ungkap Teresia penuh syukur, Sabtu (2/5/2026).

Program Kampung Sehat kini menjadi sandaran utama bagi masyarakat Aindua dalam menjaga asa dan kualitas hidup di tanah leluhur mereka.

Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar, menegaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk menjangkau wilayah yang belum tersentuh layanan pemerintah.

YPMAK berkomitmen mengisi ruang-ruang kosong pelayanan medis agar masyarakat di pelosok tetap mendapatkan hak kesehatan yang layak.

Baca juga: YPMAK Kunjungi Kampung Aindua, Monitoring Program Kampung Sehat

Fokus utama tim adalah memberikan pertolongan pertama dan pengobatan dasar yang cepat serta tepat sasaran.

“Respons masyarakat sangat positif karena program ini menyentuh kebutuhan mendasar mereka,” ujar Riana dan tim saat meninjau pelaksanaan program di Kampung Aindua,

Riana mengakui adanya keterbatasan sarana, namun pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi warga lokal.

Ia menjelaskan bahwa posisi Program Kampung Sehat bersifat suportif terhadap agenda besar pemerintah daerah.

YPMAK tidak bermaksud mengambil alih peran negara, melainkan menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan kesehatan warga.

Baca juga: Keberadaan Kampung Sehat di Ararau Dinilai Efektif, Warga Rasakan Manfaat Layanan YPMAK

Program ini hadir sebagai solusi alternatif bagi kampung-kampung dengan aksesibilitas rendah.

“Tanggung jawab utama pelayanan tetap ada pada pemerintah, tetapi kami hadir untuk mendukung agar masyarakat tidak terabaikan,” jelas Riana.

Riana juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan layanan ini secara optimal sebelum adanya penyesuaian kebijakan di masa mendatang.

Terkait teknis operasional, Riana mengklarifikasi mengenai sistem penarikan tenaga kesehatan (nakes) setiap tiga bulan sekali.

Kebijakan ini diambil murni karena keterbatasan jumlah personel medis yang dimiliki oleh pihak yayasan.

Para nakes memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kualitas pelayanan sebelum mereka diterjunkan kembali ke lapangan.

Baca juga: Monitoring di Kampung Mapar, YPMAK Pastikan Program Tepat Sasaran

“Tenaga kami terbatas, sehingga setelah tiga bulan bertugas mereka harus beristirahat sebelum kembali bertugas,” ungkap Riana membandingkan dengan sistem rotasi pemerintah yang memiliki sumber daya lebih besar.

Dukungan keamanan dan kenyamanan dari masyarakat sangat diperlukan agar para petugas dapat bekerja secara totalitas.

Diketahui tantangan kesehatan di Kampung Aindua didominasi oleh penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. 

Petugas Kampung Sehat, Suster Siska, bersama Koordinator Area, Suster Ida Fauziah, terus berjaga secara bergantian untuk melayani pasien.

Kedua suster itu tidak hanya menunggu di posko, tetapi juga aktif mengedukasi kesehatan kepada keluarga-keluarga di kampung tersebut.

"Selain pengobatan, kami melakukan Pemantauan Minum Obat (PMO) guna memastikan pasien sembuh total," kata Suster Siska.

Upaya preventif ini dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi obat atau komplikasi penyakit yang lebih berat di kemudian hari. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved