Jumat, 8 Mei 2026

Info Cuaca Mimika

Curah Hujan Timika Meningkat, BMKG: Pengaruh Angin Timur dan Suhu Laut Tinggi 

“Untuk wilayah perairan Timika tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter, sedangkan di perairan bagian tengah bisa mencapai 1,25 hingga

Tayang:
zoom-inlihat foto Curah Hujan Timika Meningkat, BMKG: Pengaruh Angin Timur dan Suhu Laut Tinggi 
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
CUACA- Forecaster BMKG Mimika, Dwi Christanto, saat diwawancarai di Kantor BMKG Mimika, Papua Tengah, Jumat (8/5/2026). Pengaruh Angin Timur dan Suhu Laut Tinggi Picu Hujan di Mimika. 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Mimika mengungkap sejumlah faktor menyebabkan hujan masih sering terjadi di wilayah Mimika meskipun sudah memasuki periode angin timuran.

Forecaster BMKG Mimika, Dwi Christanto menjelaskan, curah hujan di Mimika pada Mei 2026 masih dipengaruhi kondisi atmosfer dan suhu permukaan laut yang cukup tinggi.

Menurutnya, pola curah hujan di Mimika mengalami gradasi sejak awal tahun dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli mendatang sebelum mulai menurun.

Baca juga: Basmi Tambang Ilegal, Anggota DPR Papua Tengah: Saatnya Orang Papua Tengah Jadi Tuan Ditanahnya

“Untuk bulan Mei ini sebenarnya masih dalam gradasi dari Januari dan Februari. Puncaknya diperkirakan terjadi di bulan Juli baru kemudian turun,” ujar Dwi, saat ditemui  TribunPapuaTengah.com di Kantor BMKG Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, suhu permukaan laut di wilayah Timika saat ini berada di kisaran 29 hingga 31 derajat Celsius.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan jumlah uap air di atmosfer yang memicu terbentuknya awan hujan.

“Kalau suhu permukaan laut di atas 29 derajat Celsius, potensi penambahan uap air cukup besar,” kata Dwi. 

Selain itu, hujan di Mimika juga dipengaruhi pertemuan antara angin laut dan angin gunung yang biasanya terjadi pada malam hingga dini hari.

Menurut Dwi, kondisi tersebut memicu tumbukan dua massa udara sehingga menimbulkan hujan pada pagi hari, terutama di wilayah pesisir.

“Biasanya hujan terjadi dini hari sekitar pukul 04.00 hingga 06.00 WIT karena ada pertemuan angin laut dan angin gunung,” jelasnya.

Baca juga: Freeport Setor Tambahan Rp2,88 Triliun Kepada Pemda di Papua Tengah, Mimika Rp1,2 Triliun

Sementara pada siang hingga sore hari, angin laut dari arah tenggara cenderung lebih kuat sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif atau awan petir, khususnya di wilayah pegunungan.

Ia menyebutkan, kondisi tersebut dipengaruhi angin timuran berasal dari Australia dan membawa perubahan arah angin di wilayah Papua.

“Angin dari Australia masuk ke Timika lalu mengalami pembelokan. Kalau angin berubah arah atau berbelok, biasanya ada potensi pertumbuhan awan,” ujarnya.

BMKG juga mencatat adanya pengaruh tekanan rendah dan siklon tropis di sebelah utara Papua yang turut memengaruhi pergerakan angin di wilayah Mimika.

Baca juga: Peduli Ekonomi Rakyat, Pemkab Dogiyai Libatkan Komunitas Tukang Ojek

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved