Kamis, 14 Mei 2026

PTFI

Lulus Program IPM, 8 Pemuda Suku Kamoro Siap Kerja di Industri Perhotelan

Untuk pelatihan Angkatan pertama ini, sambung Nathan, peserta berasal dari wilayah kampung Ayuka–Tipuka di sekitar area Portsite dan Cargodock.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Lulus Program IPM, 8 Pemuda Suku Kamoro Siap Kerja di Industri Perhotelan
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
PTFI - Tampak 8 pemuda asli Papua (OAP) dari Mimika lulus angkatan pertama Program Apprentice Hospitality Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) PT Freeport Indonesia. Foto Istimewa 
Ringkasan Berita:
  • Delapan pemuda asli Papua (OAP) dari Mimika lulus angkatan pertama Program Apprentice Hospitality Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) PT Freeport Indonesia. 
  • Selama 3,5 bulan, mereka dibekali keahlian teknis perhotelan dan pelayanan profesional. 
  • Program gratis ini bertujuan meningkatkan daya saing SDM lokal di luar industri tambang agar siap terserap di sektor akomodasi dan restoran secara mandiri.

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA -  Sebanyak delapan pemuda Orang Asli Papua (OAP) dari Kampung Ayuka dan Kampung Tipuka, Kabupaten Mimika, lulus Program Apprentice Hospitality angkatan pertama Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) dan siap bekerja di industri perhotelan dan hospitality.

Baca juga: Kapolda Papua Tengah Besuk Korban Penembakan Operasi Militer Tembagapura

"Kami jadi punya harapan baru setelah kami belajar bagaimana memberikan pelayanan secara
profesional yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya di bidang hospitality,"kata salah satu
peserta pelatihan Lukas Taote di Gedung Serba Guna Institut Pertambangan Nemangkawi, LIP
Kuala Kencana, Timika, Mimika, Senin (27/4/2026) lalu.  

"Saya merasa jauh lebih percaya diri untuk masuk ke dunia kerja di industri perhotelan,"timpalnya.  

Baca juga: Ini yang Disampaikan Velix Wanggai Massa Saat Pencari Kerja Lokal di Timika

Selama mengikuti pelatihan berdurasi 3,5 bulan, Lukas dan para peserta lainnya belajar tentang keterampilan, pengetahuan, dan cara bersikap dalam pelayanan ramah dan profesional kepada pelanggan. 

Mereka juga belajar bagaimana meningkatkan keterampilan teknis petugas pelayan perhotelan, petugas barak (camp attendant) dan petugas restoran (mess attendant) di industri hospitality di Timika.

Baca juga: 8 Pemuda Suku Kamoro Dinyatakan Lulus IPN, Mulai Bekerja di Industri Perhotelan

Senior Vice President Community Relations PTFI, Nathan Kum, mengatakan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas SDM generasi muda Papua, khususnya putra- putri Papua di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Untuk pelatihan Angkatan pertama ini, sambung Nathan, peserta berasal dari wilayah kampung Ayuka–Tipuka di sekitar area Portsite dan Cargodock.

“Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM)
Papua area sekitar operasi Freeport. Saat ini telah bersiap anak-anak muda pesisir untuk pelatihan tahap kedua dan semuanya tidak dipungut biaya. Mereka datang, belajar, praktik lapangan, hingga siap kerja,” kata Nathan.

Baca juga: DPR Papua Tengah Didesak Tindaklanjuti Aspirasi Forum Peduli Masyarakat Nabire

Sementara itu, Kepala Kampung Tipuka, Paulus Polce Muka, mengapresiasi  pelatihan ini
sekaligus menyampaikan rasa bangga terhadap capaian delapan pemuda dari kampungnya.

“Terima kasih atas pelatihan intensif dan kepercayaan yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga mereka semakin percaya diri, memperoleh pekerjaan, dan terus mendapatkan perhatian sehingga dapat meraih keberhasilan,” ujar Paulus.

Paulus berharap pemuda-pemuda di pesisir Mimika dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik-
baiknya sehingga mereka dapat bekerja di lingkungan selain industri pertambangan secara profesional.

Baca juga: Rakor Kepala Daerah se-Papua Bahas Otsus di Mimika Diwarnai Demo Para Pencaker

Sekadar informasi IPN adalah lembaga pelatihan kerja didirikan PTFI. 

IPN merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif dan siap kerja.

Ada dua program pelatihan kerja di IPN yakni Pelatihan Non Teknis dan Pelatihan Teknis.

Baca juga: Yanto Eluay Serukan Persatuan Demi Stabilitas Ekonomi dan Sosial: Mari Jaga Papua Rumah Bersama!

Untuk Pelatihan Teknis terdapat jurusan Mekanik Alat Berat, Pengelasan, Electrician, Mekanik
Pabrik, Operator Pabrik, Operator Alat Berat, Pekerja Tambang Bawah Tanah.

Sedangkan Pelatihan Non Teknis baru dimulai tahun 2026 yaitu Pelatihan Hospitality yang berfokus pada pengembangan keterampilan layanan untuk mendukung operasional perhotelan, katering dan
fasilitas akomodasi khususnya di lingkungan perusahaan dan industri pendukungnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved