Selasa, 2 Juni 2026

PT Freeport Indonesia

Jaga Ekosistem Pesisir Mimika, PT Freeport Lepas 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau 

"Kami PTFI wajib melakukan upaya peningkatan jasa ekosistem mangrove di wilayah pesisir," ujarnya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Jaga Ekosistem Pesisir Mimika, PT Freeport Lepas 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau 
TribunPapuaTengah.com/PT Freeport Indonesia
PELEPASAN- Vice President Environmental PTFI Gesang Setyadi (kiri, bertopi) melakukan pelepasan simbolis 10.000 ikan baramundi di Muara Tipuka, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika papua Tengah pada Kamis, 28 Mei 2026. 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di pesisir Mimika untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat di pesisir selatan Mimika. 

Vice President Environmental PTFI, Gesang Setyadi, program restocking merupakan upaya menjaga keberlanjutan populasi ikan baramundi dan kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi sumber mata pencaharian penting bagi nelayan dan masyarakat Kamoro di Mimika.

Baca juga: Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Dex Series, Sesuaikan Harga Pertamax Turbo per-1 Juni 2026 

Gesang menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian dan kerja sama PTFI dengan Universitas Papua (UNIPA) dalam survei perikanan menunjukkan meningkatnya kebutuhuan ikan dan kepiting.

"Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional," kata Gesang Setyadi saat melakukan pelepasan bibit ikan baramudi dan kepiting bakau di Muara Tipuka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis, 28 Mei 2026 lalu.  

Gesang menambahkan selain menjaga keseimbangan populasi ikan dan kepiting, program ini adalah bagian dari pemenuhan kewajiban PTFI terhadap persetujuan teknis yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada tahun 2023.

"Kami PTFI wajib melakukan upaya peningkatan jasa ekosistem mangrove di wilayah pesisir," ujarnya.

Lanjutnya, PTFI melibatkan sekitar 27 kontraktor lokal dari lima kampung pesisir, yaitu Nayaro, Koprapoka, Nawaripi, Ayuka, dan Tipuka untuk membangun struktur muara untuk mengendapkan sedimen yang selanjutnya ditanami mangrove.

Baca juga: Satgas Operasi Damai Cartenz Amankan Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Identitasnya

Hingga saat ini, PTFI telah melakukan penanaman mangrove di Muara Ajkwa seluas lebih dari 2.100 hektare.

Sebelumnya pada 2025 lalu, PTFI juga telah melakukan pelepasan 10 ribu anakan ikan baramundi dan 500 indukan kepiting bakau di Muara Ajkwa.

Program tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir Papua Tengah,” kata Gesang. 

Baca juga: Dari Papua Tengah untuk Dunia, Gubernur Meki Nawipa Sebut Pancasila Jangkar Perdamaian Global

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Clemens Ohoilulin mengapresiasi inisiatif PTFI dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

“Kegiatan restocking ini memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan PTFI, termasuk rencana pengembangan program restocking untuk komoditas lain seperti ikan nila dan ikan mas,” kata Clemens.  (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved