Gempa Bumi Nabire
Pemprov Papua Tengah Ambil Langkah Cepat pasca-Gempa 6,6 SR Guncang Nabire
“Fokus utama kami adalah menyebarkan informasi resmi pemerintah agar masyarakat mendapat berita yang benar.
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/bahas-gempa-pj-sekda.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar rapat darurat pasca-gempa bumi berkekuatan 6,6 SR pada Rabu (19/9/2025) pukul 03:19:50 WIT di wilayah Nabire dan sekitarnya. Tercatat 40 kali gempa susulan hingga pukul 10.00 WIT dengan 2 gempa terbesar 4,0 SR dan 5,1 SR.
Rapat dibuka oleh Penjabat Sekda Papua Tengah dr. Silwanus A. Sumule dihadiri Kepala Dinas Kominfo, Kepala Stasiun BMKG Nabire, Perwakilan Dinas Damkar Papua Tengah, Kepala Telkom Nabire dan perwakilan Dinas Kesehatan.
Baca juga: Gempa 6.6 SR Nabire, Fasilitas Publik Baru Bangun Rusak Kembali
Agenda rapat adalah pemaparan kondisi pasca-bencana gempa bumi di wilayah Nabire dan sekitarnya dan pembahasan tindak lanjut pasca-bencana gempa bumi di wilayah Nabire dan sekitarnya.
Sekda Silwanus menekankan pentingnya melakukan koordinasi lintas-instansi dalam rangka penanganan pasca-gempa bumi yang terjadi di Nabire dan sekitarnya.
Pada rapat tersebut, Kepala Stasiun BMKG Nabire Husain Kamadi memaparkan sistem dan kendala yang dialami di mana sistem sensor Australia-Sorong terputus akibat koneksi jaringan dan jalur informasi masih sangat terbatas, distribusi data lambat.
Analisis BMKG, pusat gempa berada di Nabire dengan titik episentrum di darat. Pola gempa menunjukkan kecenderungan berulang tiap 20–30 tahun, namun tidak bisa dijadikan acuan pasti.
Kendati demikian, BMKG tidak dapat memprediksi kapan gempa akan terjadi.
“BMKG hanya bisa melakukan pemantauan dan analisis klimatologi. Menurut pihak BMKG, proses pengukuran kerentanan seismik memerlukan waktu 3–4 jam setelah gempa, dengan dukungan shelter gempa,” jelas Husain.
Baca juga: Dilantik Jadi Ketua KONI Nabire, Mesak Magai: Kami Siap Bawa Dunia Olahraga ke Tingkat Nasional
Menindaklanjuti kejadian hari ini, BMKG merencanakan kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi pada bulan Oktober untuk edukasi masyarakat.
Selanjutnya penerapan WRS (Warning Receiver System) New Generation sebagai sistem peringatan dini, namun masih membutuhkan dukungan jaringan lebih luas.
Dari pihak Damkar, berdasarkan pengamatan, gempa tercatat 6,6 SR pada pukul 03:19:50 WIT. Siklus gempa besar diperkirakan setiap 20 tahun.
Baca juga: Meski Diguncang Gempa, Pelayanan Pemerintahan Kabupaten Nabire Tetap Berjalan Normal
Dampak lapangan, Jalan Sriwini Pantai dan Sanoba mengalami kerusakan signifikan dengan patahan ke arah barat. Banyak masyarakat beraktivitas di sekitar jembatan → ditetapkan sebagai prioritas pengamanan utama.
Tindakan Damkar, sudah dilakukan koordinasi dengan Bupati Nabire, Sekda Nabire, dan Kementerian PU Papua terkait perbaikan infrastruktur. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, jalur evakuasi tsunami sudah tersedia dan berfungsi dengan baik.
Rencana tindak lanjut, melaksanakan patroli dan siaga secara berkala, menjalin koordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk dukungan tambahan.
Baca juga: Gempa Bumi di Kabupaten Nabire Akibatkan Jaringan Internet Putus
Sementara Telkom Nabire melaporkan kondisi jaringan di mana infrastruktur komunikasi terdiri dari 3 jalur utama yakni 2 jalur laut, 1 jalur darat Timika- Tigi (dalam kondisi putus, sedang dalam proses recovery, zona merah).
Strategi pemulihan, pembangunan posko Telkom dengan Starlink di 3 titik, proses instalasi ditargetkan selesai dalam 3 jam setelah rapat.
Telkom mengkhawatirkan masyarakat berpotensi menerima informasi hoaks terkait gempa, dan menekankan perlunya koordinasi bersama aparat untuk memastikan informasi resmi tersampaikan dengan benar.
Baca juga: Gempa Bumi Nabire, Mesak Magai: Semuanya Baik-baik Saja Karena Tidak Seperti Tahun 2004 Silam
Sedangkan Kepala Kominfo Papua Tengah, Ham Nawipa, mengatakan, saat ini belum ada solusi teknis langsung untuk perbaikan jaringan komunikasi.
“Fokus utama kami adalah menyebarkan informasi resmi pemerintah agar masyarakat mendapat berita yang benar. Kominfo akan mendukung Telkom dan aparat dalam penanganan informasi serta pencegahan hoaks,” tegas Ham.
Dari Dinas Kesehatan menyatakan standby 24 jam penuh pasca-gempa dengan menyediakan 2 unit ambulans untuk evakuasi korban, berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas sekitar agar layanan kesehatan tetap berjalan normal, siap menambah tenaga medis jika dibutuhkan sesuai eskalasi bencana.
Baca juga: Hri Ini, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Mimika Terjadi Hujan Ringan
Saran dalam rapat tersebut, di antaranya, menyepakati perlunya update berkala dari BMKG agar masyarakat tenang.
Telkom diminta mempercepat pemulihan jaringan dan memastikan posko Starlink aktif segera, Damkar diminta fokus pada jalur jembatan yang padat aktivitas masyarakat, Kominfo berperan penting dalam mencegah hoaks, Dinas Kesehatan siap mendukung bila ada peningkatan kebutuhan medis dengan menyiagakan ambulans dan tenaga medis 24 jam.
“Sangat penting sinergi lintas pihak dan menindaklanjuti hasil rapat sesuai tupoksi masing-masing,” demikian penekanan Sekda Silwanus terhadap peserta rapat darurat tersebut," pungkasnya. (*)
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
Gempa Bumi Nabire
Kabupaten Nabire
Penjabat Sekda Papua Tengah Silwanus Sumule
| Nabire Diguncang Gempa Dangkal Berkekuatan Magnitudo 2.9 pada Rabu Dini Hari |
|
|---|
| UPDATE- Tercatat 161 Gempa Susulan di Kabupaten Nabire Papua Tengah |
|
|---|
| Nabire Digubcang Gempa Susulan Dini Hari, BMKG Sebut 159 Kali Getaran Sejak Gempa Utama M6,6 |
|
|---|
| BMKG: 153 Gempa Susulan Guncang Nabire, Terbaru Pagi Ini Berkekuatan M4,1 |
|
|---|
| Nabire Kembali Diguncang Gempa Susulan M4,2 BMKG: Sudah Terjadi 140 Kali Getaran |
|
|---|