Minggu, 3 Mei 2026

Info Nabire

Rentan Terpapar Radikalisme Digital, Densus 88 Edukasi Santri di Nabire Bijak Gunakan Ponsel

Diketahui anak-anak merupakan kelompok paling rentan terpapar konten propaganda radikalisme melalui media sosial.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Rentan Terpapar Radikalisme Digital, Densus 88 Edukasi Santri di Nabire Bijak Gunakan Ponsel
TribunPapuaTengah.com/Calvin Eluis Erari
RADIKALISME - Foto bersama Tim Preventif Densus 88 Antiteror (AT) Polri Wilayah Papua bersama para anak-anak di Masjid Al-Huda, di Bumi Wonorejo, Jalan Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu, (14/3/2025). Foto TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari 

Ringkasan Berita:
  • Tim Preventif Densus 88 AT Polri Wilayah Papua menggelar edukasi literasi digital dan wawasan kebangsaan di Masjid Al-Huda Nabire, Sabtu (14/3/2026). 
  • Kegiatan ini bertujuan membentengi santri dari propaganda radikalisme yang tersebar melalui media sosial dan perangkat ponsel pintar. 
  • Tokoh agama setempat mengapresiasi langkah Polri dalam memperkuat imunitas generasi muda terhadap narasi ekstremisme.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - Tim Preventif Densus 88 Anti Teror (AT) Polri Wilayah Papua menyambangi Masjid Al-Huda di Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (14/3/2026).

Kehadiran Tim Densus 88 ini bertujuan memberikan wawasan kebangsaan dan literasi digital kepada para santri.

Fokus utama edukasi adalah penggunaan teknologi informasi secara sehat untuk menangkal arus informasi negatif.

Diketahui anak-anak merupakan kelompok paling rentan terpapar konten propaganda radikalisme melalui media sosial.

Baca juga: Pulihkan Keamanan Dogiyai, Bupati Yudas Bakal Kumpulkan Seluruh Tokoh Adat dan Forkopimda

Sebab itu, para santri diberikan simulasi mengenai cara memverifikasi informasi yang diterima melalui aplikasi percakapan dan media sosial

Selain teknis penggunaan gawai, para santri menerima materi mengenai penguatan rasa nasionalisme dan cinta tanah air.

Melalui kegiatan ini Densus 88 berharap generasi muda di Nabire mampu menjadi agen perdamaian yang menyebarkan konten positif di lingkungan mereka.

Keberhasilan menangkal radikalisme sangat bergantung pada kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat di akar rumput.

Baca juga: Pasar Murah Kabupaten Paniai Bantu Warga Sambut Idul Fitri 1447 Hijriah

Sementara itu Ustaz Munadi, selaku pengurus Masjid Al-Huda Nabire. mengapresiasi Densus 88 atas edukasi yang sangat bermanfaat ini.

"Edukasi mengenai cara menggunakan handphone dengan lebih bijak sangat krusial agar anak-anak tidak salah arah dalam menyerap informas. Dan ini juga bertujuan menciptakan imunitas bagi santri agar mampu menolak narasi ekstremis secara mandiri," ungkapnya.

Menurut Ustadz Munadi penekanan pada bijak berinternet menjadi penting karena pola rekrutmen kelompok radikal kini sering memanfaatkan celah kelalaian di ruang digital.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Lakukan Ekstra Dropping 1.3 Juta Liter Minyak Tanah di Wilayah Papua Maluku

Dan di era digital menuntut setiap pengguna smartphone memiliki kecerdasan dalam menyerap narasi yang berpotensi memecah belah moderasi beragama.

"Makanya penanaman nilai-nilai moderasi sejak dini sangat diperlukan sebagai modal penting untuk menciptakan pribadi yang tidak mudah terprovokasi isu terorisme," tegasnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved