Rabu, 29 April 2026

Info Papua Tengah

Sambut Hari Integrasi Papua 1 Mei, BMP RI Papua Tengah Seminar Wawsbang

Ketua DPD BMP RI Provinsi Papua Tengah Melkisedek Rumawi mengatakan agenda ini jauh dari sekadar perayaan seremonial.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Sambut Hari Integrasi Papua 1 Mei, BMP RI Papua Tengah Seminar Wawsbang
TribunPapuaTengah.com/Calvin Eluis Erari
SEMINAR BMP RI - Foto bersama dalam seminar wawasan kebangsaan kepada sejumlah masyarakat, mahasiswa, dan lain sebagainya, di Aula RRI, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu, (29/4/2026). Foto: Foto TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - Menjelang peringatan Hari Integrasi Papua ke dalam NKRI pada 1 Mei 2026 mendatang, DPD BMP RI Provinsi Papua Tengah mengambil langkah nyata dalam memperkuat jiwa nasionalisme.

Bertempat di Aula RRI, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (29/4/2026), BMP RI menggelar seminar wawasan kebangsaan (wasbang) bagi sejumlah perwakilan warga, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainya.

Baca juga: Refleksi 1 Mei, Pemprov Papua Tengah Ajak Generasi Muda Maknai Sejarah dan Perkuat Nasionalisme

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mengusung tema "Bergabungnya kembali Papua dalam bingkai NKRI, bersatu dalam keberagaman, kuat dalam kebangsaan".

Melalui tema ini, BMP RI ingin menegaskan bahwa keberagaman di tanah Papua adalah kekayaan yang harus dijaga demi persatuan bangsa.

Ketua DPD BMP RI Provinsi Papua Tengah Melkisedek Rumawi mengatakan agenda ini jauh dari sekadar perayaan seremonial.

Baca juga: ASN Demo dan Palang Kantor Bupati Akibat Insentif Macet, Wabup Mamteng Desak Evaluasi Total

Menurut dia, seminar ini merupakan upaya strategis untuk menyegarkan ingatan kolektif masyarakat, khususnya kaum muda, mengenai pentingnya menjaga keutuhan wilayah dari Sabang sampai Merauke.

"Kami ingin para generasi muda, pelajar, dan mahasiswa memahami sejarah secara komprehensif. Tujuannya jelas, untuk memperkuat rasa nasionalisme dan memahami dampak sejarah ini terhadap arah pembangunan Papua Tengah di masa modern," ujar Melkisedek kepada TribunPapuaTengah.com.

Baca juga: Tolak Provokasi Jelang 1 Mei, Melianus Asso: Mari Kita Jaga Kamtibmas dan Kawal Pembangunan Papua

Melkisedek berharap para narasumber dapat memotivasi pemuda Papua untuk terus mengasah kompetensi modern dan daya saing global, namun tetap memegang teguh identitas budaya mereka sebagai permata di Timur Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP BMP RI, Ali Kabiay, mangapresiasi inisiatif pengurus DPD Papua Tengah menggelar seminar ini.

Baca juga: Buka Hadi Open Papua, Mansnembra Apresiasi Partisipasi 250 Peserta dari Berbagai Daerah

Ali mengungkapkan, gerakan serupa juga digelar serentak di seluruh provinsi di Tanah Papua dengan format yang menyesuaikan kearifan lokal masing-masing daerah.

"Seperti di Kabupaten Puncak Jaya, menggelar tradisi bakar batu sebagai simbol persaudaraan, lalu di Provinsi Papua, melaksanakan pesta budaya yang meriah, sedangkan di Papua Barat Daya, Pegunungan, dan Selatan menggelar aksi bakti sosial untuk masyarakat," jelasnya.

Baca juga: Apresiasi RSUP Jayapura, Yanni Sebut Jadi Rujukan Kesehatan Kawasan Timur Indonesia

Selain itu, Ali  juga menggunakan momentum ini untuk meluruskan persepsi sejarah yang sering disalahartikan oleh pihak-pihak tertentu.

Ia mematahkan isu yang menyebutkan bahwa Papua dianeksasi oleh Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved