Selasa, 2 Juni 2026

Demo 7 April 2026

Dampak Demo Lumpuhkan Pelayanan Publik di Karang Tumaritis Nabire, Puskesmas dan Sekolah Tutup

Sektor pendidikan pun tak luput dari imbas, seperti di SD Negeri 2 Nabire terpaksa mengunci rapat pagar biru mereka. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Dampak Demo Lumpuhkan Pelayanan Publik di Karang Tumaritis Nabire,  Puskesmas dan Sekolah Tutup
TribunPapuaTengah.com/Calvin Eluis Erari
DEMONTSRASI - Tampak deretan toko didepan Pasar Karang Tumaritis, Jalan Jedenral Sudirman, Kelurahan Karang Tumaritis, Diatris Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang harus tutup akibat akai demo yang dilaksanakan oleh Front rakyat bersatu, Selasa, (7/4/2026). Foto TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari 

Ringkasan Berita:
  • Aksi unjuk rasa Front Rakyat Bersatu di Kelurahan Karang Tumaritis, Nabire, melumpuhkan aktivitas publik pada Selasa (7/4/2026). 
  • Dampak orasi terkait konflik Dogiyai dan penolakan tambang ini menyebabkan Puskesmas Karang Tumaritis, SDN 2 Nabire, serta pusat perniagaan tutup total. 
  • Para pedagang memilih berhenti beroperasi demi keamanan, meski arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman tetap berjalan.

 

​Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari 

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE – Harapan masyarakat =memulai aktivitas normal pada hari pertama kerja usai libur panjang Paskah 2026 harus pupus. 

Suasana di Kelurahan Karang Tumaritis, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berubah menjadi sepi pada Selasa (7/4/2026) pagi. 

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Front Rakyat Bersatu menyebabkan denyut nadi aktivitas publik di kawasan tersebut berhenti seketika.

Massa mulai memadati area depan Pasar Karang sejak pukul 08.00 WIT.  

Baca juga: 785 Personel Gabungan Siaga Ketat Kawal Aksi Demo di Nabire, Aktivitas Ekonomi Terpantau Lancar

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi ini dipicu oleh eskalasi konflik di Kabupaten Dogiyai serta penolakan keras terhadap berbagai aktivitas pertambangan di wilayah Papua Tengah. 

Namun, dampak dari penyampaian aspirasi ini dirasakan langsung oleh warga setempat dan harus menutup sejumlah fasilitas vital.

​Kondisi paling memprihatinkan terlihat pada sektor pelayanan publik. 

Puskesmas Karang Tumaritis, yang seharusnya melayani warga di hari pertama kerja ini, terpantau menutup rapat seluruh akses pintu masuknya. 

Baca juga: Front Rakyat Papua Demo di Timika, Aspirasi Disampaikan ke DPRK

Hingga pukul 10.16 WIT, tidak ada aktivitas medis yang terlihat, membuat warga yang membutuhkan layanan kesehatan harus memutar balik dengan rasa kecewa.

Sektor pendidikan pun tak luput dari imbas, seperti di SD Negeri 2 Nabire terpaksa mengunci rapat pagar biru mereka. 

Suasana sekolah yang biasanya riuh dengan suara siswa dan aktivitas belajar mengajar, mendadak senyap. 

Sementara sektor ekonomi di pusat bisnis Karang Tumaritis ikut terkena dampak signifikan. 

Sejumlah deretan toko sembako dan kios-kios di dalam maupun sekitar Pasar Karang tampak tertutup rapat. 

Baca juga: Soal Demo Besok, Tokoh Pemuda Papua: Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Jaga Kamtibmas

Para pedagang memilih untuk tidak mengambil risiko di tengah kerumunan massa yang terus menyuarakan orasi.

TribunPapuaTengah.com, mencoba untuk mencari informasi atas alasan mengapa para pedagang harus menutup tempat usaha mereka. 

Dari hasil itu, terdapat beberapa pedagang yang mengaku takut dengan aksi tersebur. 

"Lebih baik kami tutup toko, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap para pedagang dalam informasi yang dihimpun.

Baca juga: Sikapi Isu Demo 7 April 2026, Srikandi PDIP Ini Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Kabupaten Nabire

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved