Demo 7 April 2026
Dampak Demo Lumpuhkan Pelayanan Publik di Karang Tumaritis Nabire, Puskesmas dan Sekolah Tutup
Sektor pendidikan pun tak luput dari imbas, seperti di SD Negeri 2 Nabire terpaksa mengunci rapat pagar biru mereka.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/7-April-2026-di-mana-demo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Aksi unjuk rasa Front Rakyat Bersatu di Kelurahan Karang Tumaritis, Nabire, melumpuhkan aktivitas publik pada Selasa (7/4/2026).
- Dampak orasi terkait konflik Dogiyai dan penolakan tambang ini menyebabkan Puskesmas Karang Tumaritis, SDN 2 Nabire, serta pusat perniagaan tutup total.
- Para pedagang memilih berhenti beroperasi demi keamanan, meski arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman tetap berjalan.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE – Harapan masyarakat =memulai aktivitas normal pada hari pertama kerja usai libur panjang Paskah 2026 harus pupus.
Suasana di Kelurahan Karang Tumaritis, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berubah menjadi sepi pada Selasa (7/4/2026) pagi.
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Front Rakyat Bersatu menyebabkan denyut nadi aktivitas publik di kawasan tersebut berhenti seketika.
Massa mulai memadati area depan Pasar Karang sejak pukul 08.00 WIT.
Baca juga: 785 Personel Gabungan Siaga Ketat Kawal Aksi Demo di Nabire, Aktivitas Ekonomi Terpantau Lancar
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi ini dipicu oleh eskalasi konflik di Kabupaten Dogiyai serta penolakan keras terhadap berbagai aktivitas pertambangan di wilayah Papua Tengah.
Namun, dampak dari penyampaian aspirasi ini dirasakan langsung oleh warga setempat dan harus menutup sejumlah fasilitas vital.
Kondisi paling memprihatinkan terlihat pada sektor pelayanan publik.
Puskesmas Karang Tumaritis, yang seharusnya melayani warga di hari pertama kerja ini, terpantau menutup rapat seluruh akses pintu masuknya.
Baca juga: Front Rakyat Papua Demo di Timika, Aspirasi Disampaikan ke DPRK
Hingga pukul 10.16 WIT, tidak ada aktivitas medis yang terlihat, membuat warga yang membutuhkan layanan kesehatan harus memutar balik dengan rasa kecewa.
Sektor pendidikan pun tak luput dari imbas, seperti di SD Negeri 2 Nabire terpaksa mengunci rapat pagar biru mereka.
Suasana sekolah yang biasanya riuh dengan suara siswa dan aktivitas belajar mengajar, mendadak senyap.
Sementara sektor ekonomi di pusat bisnis Karang Tumaritis ikut terkena dampak signifikan.
Sejumlah deretan toko sembako dan kios-kios di dalam maupun sekitar Pasar Karang tampak tertutup rapat.
Baca juga: Soal Demo Besok, Tokoh Pemuda Papua: Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Jaga Kamtibmas
Para pedagang memilih untuk tidak mengambil risiko di tengah kerumunan massa yang terus menyuarakan orasi.
TribunPapuaTengah.com, mencoba untuk mencari informasi atas alasan mengapa para pedagang harus menutup tempat usaha mereka.
Dari hasil itu, terdapat beberapa pedagang yang mengaku takut dengan aksi tersebur.
"Lebih baik kami tutup toko, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap para pedagang dalam informasi yang dihimpun.
Baca juga: Sikapi Isu Demo 7 April 2026, Srikandi PDIP Ini Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Kabupaten Nabire
TribunPapuaTengah.com
Demo 7 April 2026
Front Rakyat Bersatu
Kelurahan Karang Tumaritis
Kabupaten Nabire
aksi unjuk rasa
| DPRP Papua Tengah Terima Aspirasi FRP Berisi Sejumlah Point Penting, Ada Hentikan Operasi Militer |
|
|---|
| Aksi Unjuk Rasa di Nabire, Massa Bertahan di Lima Titik Kumpul Sambil Tunggu Negosiasi Long March |
|
|---|
| 785 Personel Gabungan Siaga Ketat Kawal Aksi Demo di Nabire, Aktivitas Ekonomi Terpantau Lancar |
|
|---|
| Agenda Kontradiktif, Pemuda dan Masyarakat Mimika Diingatkan Tidak Terprovokasi Aksi 7 April |
|
|---|
| Sikapi Isu Demo 7 April 2026, Srikandi PDIP Ini Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Kabupaten Nabire |
|
|---|