Jumat, 10 April 2026

Kabupaten Nabire

Pemkab Nabire Nyatakan Perang Terbuka Sikat Para Mafia BBM

​"Saya sudah sampaikan, jika masih kedapatan ada SPBU yang menjalankan aturan secara tidak benar atau

Tayang:
zoom-inlihat foto Pemkab Nabire Nyatakan Perang Terbuka Sikat Para Mafia BBM
TribunPapuaTengah.com/Calvin Eluis Erari
Sekda Nabire, Yulianus Pasang memastikan akan memberantas para mafia BBM di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis, (9/4/2026). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Papua Tengah menyatakan perang terbuka terhadap praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) selama ini merugikan masyarakat luas.

Langkah tegas ini diambil menyusul banyaknya laporan mengenai pada dugaan penimbunan BBM subsidi di wilayah tersebut.

Baca juga: Pemprov Papua Barat dan YPMAK Teken MoU Sekaligus Serahkan Kendaraan Operasional ke SMA TKN

​Sekretaris Daerah (Sekda) Nabire, Yukianus Pasang menegaskan pihaknya telah resmi membentuk tim terpadu untuk mengawasi distribusi BBM.

Tim ini terdiri dari berbagai unsur strategis guna memastikan pengawasan berjalan maksimal tanpa celah.

​"Soal BBM, saya sudah membentuk tim khusus. Tim ini merupakan gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol-PP, serta melibatkan unsur TNI dan Polri," kata Yukianus kepada TribunPapuaTengah.com, Kamis (9/4/2026).

​Bukan sekadar gertakan, tim terpadu ini telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beroperasi di Nabire pada beberapa waktu lalu.

Dalam sidak tersebut, petugas menemukan modus kecurangan cukup rapi yakni penggunaan barcode pengisian BBM secara berlebihan oleh oknum tertentu.

​Yulianus mengungkapkan, satu kendaraan ditemukan memiliki dua hingga tiga barcode berbeda pengisian BBM di SPBU.

Baca juga: Jaringan Telekomunikasi di Jayapura Mati Total Hampir 6 Jam, TelkomGroup Beberkan Pemicunya

Praktik ini disinyalir kuat merupakan upaya dari para penampung untuk menguras stok BBM subsidi demi kepentingan komersial.

​"Dalam sidak itu, kami menemui adanya penggunaan barcode yang berlebihan. Artinya, satu mobil bisa menggunakan hingga tiga barcode pengisian BBM karena mereka adalah penampung-penampung ilegal," ujarnya.

​Menanggapi temuan tersebut, lanjut Yulianus, mereka langsung berkoordinasi dengan pihak otoritas penyalur.

Baca juga: Absensi Digital Diperketat Selama WFH, ASN Pemkab Nabire yang Tak Produktif Terancam Sanksi Ini

Temuan di lapangan telah dilaporkan secara resmi kepada Direktur Pertamina wilayah Nabire.

Yulianus memberikan peringatan keras kepada pemilik SPBU agar tidak main mata dengan para mafia BBM.

​"Saya sudah sampaikan, jika masih kedapatan ada SPBU yang menjalankan aturan secara tidak benar atau membiarkan praktik ini terjadi, maka izin operasinya akan kami hentikan sementara atau ditutup," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved