Jumat, 8 Mei 2026

Info Nabire

Konvoi hingga Kibarkan Bintang Kejora, Euforia Kelulusan SMA di Nabire Berujung di Kantor Polisi

AKBP Samuel D Tatiratu, mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 20.30 WIT sebagai bentuk respons atas keresahan warga.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Konvoi hingga Kibarkan Bintang Kejora, Euforia Kelulusan SMA di Nabire Berujung di Kantor Polisi
TribunPapuaTengah.com/Calvin Erari
KONVOI REMAJA RAYAKAN KELULUSAN - Tampak para pelajar yang diamankan di Polres Nabire karena telah merayakan kelulusan sekolah dengan mengibarkan bendera bintang kejora, Senin (4/5/2026) malam. Foto TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari 

Ringkasan Berita:
  • Aksi konvoi kelulusan SMA di Nabire berakhir ricuh dan melanggar hukum. 
  • Polisi mengamankan enam remaja yang ugal-ugalan sambil mengibarkan bendera Bintang Kejora. 
  • Insiden ini memicu kecelakaan yang melukai dua orang, termasuk siswa SMP. 
  • Kapolres Nabire menyelidiki adanya indikasi provokasi pihak lain, sementara orang tua pelaku dipanggil untuk pembinaan guna menjaga ketertiban wilayah.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Polres Nabire bergerak cepat mengamankan enam remaja yang terjaring aksi konvoi ugal-ugalan di kawasan Pantai Nabire, Papua Tengah, Senin (4/5/2026) malam.

Pasalnya, kegembiraan kelulusan sekolah yang seharusnya menjadi momentum refleksi masa depan justru berubah menjadi aksi anarkis dan pelanggaran hukum di jalanan.

Sejumlah remaja itu nekat mengabaikan keselamatan publik demi meluapkan euforia semu yang berujung pada kecelakaan lalu lintas hingga berurusan dengan aparat penegak hukum.

Polisi mengambil langkah tegas ini usai para peserta konvoi kedapatan membawa dan mengibarkan bendera Bintang Kejora di tengah kerumunan massa.

Baca juga: Bukan Sekadar Seremoni, WPFD 2026 Momentum Ciptakan Ekosistem Pers Independen dan Jaga Kedamaian

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu, mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 20.30 WIT sebagai bentuk respons atas keresahan warga.

Berdasarkan identifikasi awal, dua orang merupakan lulusan tahun 2025 dan empat lainnya adalah lulusan tahun 2026 yang rata-rata berusia 18 hingga 19 tahun.

Aksi tersebut secara langsung memicu kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka di lokasi kejadian.

Korban pertama kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Nabire akibat luka robek serius pada bagian kaki, sementara korban kedua merupakan siswa SMP yang sempat tertabrak rombongan.

"Konvoi tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga sangat berbahaya karena memicu kecelakaan lalu lintas," tegas Samuel kepada wartawan.

Polisi menyatakan bahwa tindakan pencegahan di lapangan sangat penting guna menghindari meluasnya potensi konflik atau jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Baca juga: WPFD 2026 Digelar di Papua, Komite Publisher Rights Tekankan Keadilan Media Digital

Penyelidikan kini beralih pada motif politik di balik pengibaran simbol terlarang yang dilakukan para remaja tersebut pada malam hari.

Aparat mencurigai adanya oknum tertentu yang memanfaatkan kepolosan para pelajar untuk kepentingan kelompok tertentu di tengah perayaan kelulusan.

"Kami akan menyelidiki lebih lanjut apakah aksi ini murni konvoi kelulusan atau ada simpatisan tertentu yang menyuruh mereka," tegas Samuel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved