Kamis, 14 Mei 2026

Info Nabire

Dari Meja Jualan Hingga ke Dapur MBG, Ini Kisah Veronika di SPP Gerbang Sadu Wadio

Di bawah terik matahari menyengat kulit, dia memeras keringat hanya untuk memastikan dapur di rumahnya tetap berasap.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Dari Meja Jualan Hingga ke Dapur MBG, Ini Kisah Veronika di SPP Gerbang Sadu Wadio
TribunPapuaTengah.com/Calvin Eluis Erari
MBG -Mama Veronika Ugiba saat diwawancarai awak media termasuk TrubunPapuaTengah.com, di SPP Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu, (13/5/2026). Veronika mengatakan, kehadiran MBG di Papua Tengah sangat membantu dan bermanfaat karena dapat memberi pekerjaan tetap kepada mereka. Foto TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Era 

Ringkasan Berita:
  • Veronika Ugiba, ibu dua anak di Nabire, menemukan harapan baru melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
  • Sebelumnya, ia harus bekerja keras sebagai buruh kebun dengan penghasilan minim. 
  • Kini, sebagai juru masak di Dapur SPP Gerbang Sadu, 
  • ia meraih upah layak untuk menghidupi keluarga. Veronika berharap program ini terus berlanjut karena telah memberikan martabat dan masa depan bagi rakyat kecil.

 

Laoran Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - Di ufuk  timur kompleks Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, saat matahari belum sempat menyeka embun dari daun-daun singkong, Veronika Ugiba sudah terjaga.

Bagi Veronika hidup adalah sebuah perlombaan panjang melawan rasa lelah tak kunjung usai.

Sebagai ibu dua anak, dunianya berputar di antara peluh dan harapan kecil ia titipkan pada langit Papua Tengah.

​Dahulu, hari-hari Veronika dihabiskan dengan mencangkul tanah keras di kebun.

Baca juga: Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Asal Timika Tembus Pasar Malaysia

Di bawah terik matahari menyengat kulit, dia memeras keringat hanya untuk memastikan dapur di rumahnya tetap berasap.

Tak berhenti di situ, sore harinya dia menyambung nyawa dengan berjualan es sirup di halaman rumah.

Namun, penghasilan dari semua perjuangan itu, masih tak cukup untuk menjawab kebutuhan sehari-hari mereka, seperti makan dan lain sebagainya.

Perjuangan itu hanya menyisakan tanya di kepala.

​Namun nasib perempuan asli Kabupaten Intan Jaya itu mulai berbisik lembut pada Desember 2025.

Sebuah harapan muncul melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Pemkab Dogiyai Komitmen Dorong Gerakan Ekonomi Melalui Koperasi dan UKM

Ketika diminta mengumpulkan KTP sebagai syarat kerja, Veronika sempat dilanda ketakutan hebat.

Dengan penuh kecurigaan negatif, dia sempat berfikir, dan bertanya dalam hati kecilnya, untuk apa KTP-nya diambi.

Namun dibalik keraguan itu, rekan sesama Mama Papua datang meyakinkannya dan mengajak Veronika untuk bekerja di dapur SPP Gerbang Sadu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved