Selasa, 19 Mei 2026

Ujaran Rasis Yalimo

Dampak Ujaran RASIS, Ratusan Warga Yalimo Mengungsi ke Wamena

Ucapan itu memicu emosi hingga siswa memanggil rekan-rekannya. Situasi memanas dan berujung pada aksi pembakaran kios.

Tayang:
zoom-inlihat foto Dampak Ujaran RASIS, Ratusan Warga Yalimo Mengungsi ke Wamena
Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
PENGUNGSI: Ratusan warga non-Papua dari Kabupaten Yalimo terpaksa mengungsi ke Wamena tepat di Polres Jayawijaya, Rabu (17/09/2025). 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, WAMENA-  Ratusan warga non-Papua dari Kabupaten Yalimo terpaksa mengungsi ke Wamena setelah konflik dipicu dugaan ucapan rasis memanas di Elelim, ibu kota Kabupaten Yalimo.

Aparat Polres Jayawijaya mendirikan tenda darurat untuk menampung para pengungsi, Rabu (17/9/2025).

Baca juga: Wapres Gibran Cek Pelaksanaan MBG di Kabupaten Jayapura 

Rombongan pengungsi tiba di Wamena menggunakan kendaraan truk dan mobil jenis Triton dan truk, dengan menempuh perjalanan sekitar 6–7 jam dari Yalimo. 

Sebagian besar hanya membawa koper, tas jinjing, serta pakaian seadanya.

Anak-anak, perempuan, maupun laki-laki tampak mengenakan pakaian sederhana, menandakan evakuasi dilakukan dalam kondisi mendesak.

Kericuhan di Elelim terjadi pada Senin (16/9/2025) pagi.

Baca juga: Momen Harhubnas 2025, Dishub Papua Tengah Ajak Seluruh Pegawai Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

Berdasarkan informasi dihimpun, sekitar pukul 06.00 WIT seorang siswa SMA Negeri 1 Elelim merasa tersinggung atas dugaan ucapan bernuansa rasis yang keluar dari seorang penjual kios.

Ucapan itu memicu emosi hingga siswa memanggil rekan-rekannya. Situasi memanas dan berujung pada aksi pembakaran kios.

Baca juga: Edukasi HIV dan AIDS, Yapkema- STT Walter Post Nabire Bangun Kesadaran Kesehatan Anak Muda Papua

Aparat kepolisian yang telah turun ke lokasi berhasil mengendalikan situasi agar tidak meluas. 

Wakapolres Jayawijaya, I Wayan Laba, menambahkan hingga Rabu sore sekitar pukul 17.37 WIT, jumlah pengungsi yang sudah tiba di Mapolres Jayawijaya mencapai lebih dari 200 orang. 

Baca juga: Wejangan Meki Nawipa: ASN Pemprov Papua Tengah Jangan Asal Kerja dan Fokus Program Bermanfaat

“Sejak kemarin hingga hari ini sudah ada sekitar 200-an warga yang tiba. Hingga saat ini belum ada laporan tambahan pengungsi yang masih dalam perjalanan,” jelasnya (*).

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved